
UNESCO: China buat ‘lompatan kuantum’ dalam kerja sama pendidikan

Seorang siswa mempelajari pengoperasian alat berat melalui simulator di Forever TVET Institute di Kigali, Rwanda, pada 8 Juli 2022. Didirikan pada 2018 oleh Beijing Forever Technology Co., Ltd., China, sekolah kejuruan tersebut menyediakan berbagai kursus pelatihan, antara lain pengendalian alat berat, survei dan pemetaan tanah, listrik industri, konstruksi jalan, dan teknik komputer. (Xinhua/Ji Li)
Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (Technical and Vocational Education and Training/TVET) di negara-negara Sabuk dan Jalur Sutra terus diperkuat dan dikembangkan guna memenuhi kebutuhan dalam menjembatani kesenjangan antara keterampilan yang diperoleh dan keterampilan yang tersedia.
Shenzhen, China (Xinhua) – Pemerintah China membuat lompatan kuantum dalam kebijakan dengan meningkatkan partisipasi penyedia non-negara dalam Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (Technical and Vocational Education and Training/TVET), kata Shahbaz Khan, direktur dan perwakilan Kantor UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Beijing.Khan menyampaikan hal tersebut dalam pidato pembukaannya di Konferensi Internasional Sabuk dan Jalur Sutra tentang TVET 2022 pada Kamis (24/11).Menekankan bahwa China memiliki pengalaman luar biasa dalam mengubah institusi melalui TVET, Khan memuji pemerintah China yang telah membagikan manfaat dan mendorong pertukaran antarmasyarakat dengan mengikuti prinsip "kesetaraan dan inklusi, manfaat bersama, dan pendidikan berkualitas untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun.""Dengan pengalaman transformasional yang kuat untuk ditawarkan, saya tidak ragu bahwa kemitraan antara entitas China dan entitas negara-negara di sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra akan meningkatkan pengembangan keterampilan dan mempercepat reformasi TVET," tambah Khan.Dalam pidatonya, dia menyoroti pentingnya pertukaran pengetahuan dan kemitraan di dunia yang "semakin terhubung dan semakin cepat dari sebelumnya".Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas institusi-institusi TVET di negara-negara Sabuk dan Jalur Sutra guna memenuhi kebutuhan dalam menjembatani kesenjangan antara keterampilan yang diperoleh dan keterampilan yang tersedia, serta kesenjangan antara keterampilan yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja saat ini dan keterampilan yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja masa depan, katanya.Dengan tema ‘Konotasi Baru, Nilai Baru, dan Misi Baru’, konferensi yang diadakan selama dua hari tersebut menarik para pejabat pemerintah, pakar, cendekiawan, serta perwakilan perguruan tinggi kejuruan dan perusahaan dari 40 negara dan kawasan di seluruh dunia. Sementara itu, berbagai kegiatan tatap muka diadakan bersama di Beijing, Shanghai, Shenzhen, dan Quanzhou di China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rumah sakit overkapasitas, Vanuatu minta bantuan internasional usai dilanda gempa dahsyat
Indonesia
•
24 Dec 2024

Australia Selatan larang iklan makanan cepat saji di transportasi publik
Indonesia
•
14 Jan 2025

Ilmuwan: Penambangan kobalt pengaruhi peningkatan cacat lahir di Kongo
Indonesia
•
05 Apr 2021

Tim arkeolog temukan 150 gambar cadas prasejarah di Pulau Kisar, Maluku
Indonesia
•
23 Sep 2021


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
