
Profesor Universitas Harvard raih Penghargaan Nobel Ekonomi 2023

Pengumuman peraih Penghargaan Nobel Kimia 2023 digelar di Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Sciences) di Stockholm, Swedia, pada 4 Oktober 2023. Tiga ilmuwan, yakni Moungi G. Bawendi, Louis E. Brus, dan Alexei I. Ekimov meraih Penghargaan Nobel Kimia 2023 "untuk penemuan dan sintesis titik-titik kuantum," demikian diumumkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada Rabu (4/10). (Xinhua/Wei Xuechao)
Penghargaan Nobel Ekonomi 2023 diberikan kepada Claudia Goldin yang telah menulis laporan komprehensif pertama mengenai pendapatan perempuan dan partisipasi pasar tenaga kerja selama berabad-abad.
Stockholm, Swedia (Xinhua) – Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Sciences) pada Senin (9/10) memutuskan untuk menganugerahkan Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi tahun 2023, untuk mengenang Alfred Nobel, kepada Claudia Goldin, "karena telah memajukan pemahaman kita mengenai dampak pasar tenaga kerja perempuan.""Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia telah memutuskan untuk menganugerahkan Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel 2023 kepada Profesor Claudia Goldin, Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS), yang telah memajukan pemahaman kita mengenai dampak pasar tenaga kerja perempuan," ujar Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, Hans Ellegren.Karya Goldin memberikan laporan komprehensif pertama mengenai pendapatan perempuan dan partisipasi pasar tenaga kerja selama berabad-abad, ujar dewan juri."Penelitiannya mengungkap penyebab perubahan, serta sumber utama kesenjangan gender yang masih ada," kata akademi tersebut dalam sebuah pernyataan.Perempuan sangat kurang terwakili dalam pasar tenaga kerja global, dan ketika mereka bekerja, mereka mendapatkan penghasilan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, ujar pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa, berdasarkan "data selama 200 tahun dari AS," Goldin telah menunjukkan "bagaimana dan mengapa perbedaan gender dalam hal pendapatan dan tingkat pekerjaan berubah dari waktu ke waktu."Partisipasi perempuan dalam pasar tenaga kerja "membentuk kurva berbentuk U" selama periode ini, dan partisipasi perempuan yang sudah menikah menurun seiring dengan transisi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri pada awal abad ke-19, tetapi kemudian mulai meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor jasa pada awal abad ke-20, demikian hasil penelitian Goldin.Goldin menjelaskan bahwa pola ini merupakan hasil dari perubahan struktural dan norma-norma sosial yang berkembang mengenai tanggung jawab perempuan terhadap rumah dan keluarga, ungkap pernyataan tersebut."Memahami peran perempuan dalam dunia kerja merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Berkat penelitian terobosan Claudia Goldin, kita sekarang tahu lebih banyak tentang faktor-faktor yang mendasari dan hambatan apa saja yang perlu diatasi di masa depan," ujar Jakob Svensson, ketua Komite Penghargaan dalam Ilmu Ekonomi, seperti tertulis di pernyataan itu.Wawancara telepon di lokasi tidak berhasil dilakukan, tetapi Hans Ellegren, sekretaris jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, mengatakan bahwa dia dapat menghubungi Goldin sebelum pengumuman tersebut, dan bahwa reaksi Goldin ketika menerima penghargaan tersebut "sangat terkejut dan sangat, sangat senang."Goldin lahir pada 1946 di New York, AS. Dia meraih gelar doktor (PhD) pada 1972 dari Universitas Chicago dan saat ini tercatat sebagai profesor di Universitas Harvard.Atas penghargaan ini, sang profesor berhak atas hadiah uang sebesar 11 juta Krona Swedia (1 Krona Swedia = Rp1.432) atau 1 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp15.722).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Melonjaknya penjualan parfum cerminkan perubahan kebiasaan konsumen AS
Indonesia
•
09 Jul 2024

Indonesia aktif promosikan ekspor nanas ke China
Indonesia
•
11 Jul 2023

Mata uang lokal dorong pertumbuhan kawasan industri aglomerasi Semarang
Indonesia
•
05 Feb 2026

15 proyek investasi hulu migas senilai 22,8 triliun rupiah rampung di 2021
Indonesia
•
01 Feb 2022


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
