
Suriah buka dua titik perlintasan untuk penyaluran bantuan gempa

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara kepada wartawan tentang gempa bumi di Turkiye dan Suriah di markas besar PBB di New York pada 9 Februari 2023. (Xinhua/Xie E)
Pengiriman bantuan untuk Suriah diharapkan akan lancar dengan dibukanya dua titik perlintasan Bab Al-Salam dan Al Ra'ee dari Turkiye ke Suriah barat laut untuk periode awal selama tiga bulan.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (13/2) memuji keputusan Suriah untuk membuka dua titik perlintasan, yang menurutnya akan memungkinkan pengiriman bantuan untuk Suriah dalam jumlah lebih banyak dan lebih cepat."Saya menyambut baik keputusan yang diambil Presiden Suriah Bashar al-Assad hari ini untuk membuka dua titik perlintasan Bab Al-Salam dan Al Ra'ee dari Turkiye ke Suriah barat laut untuk periode awal selama tiga bulan demi memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan yang tepat waktu," kata Guterres dalam pernyataannya."Membuka titik-titik perlintasan ini, serta memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan, mempercepat persetujuan visa, dan memudahkan perjalanan antarpusat, akan memungkinkan lebih banyak bantuan masuk dengan lebih cepat," ujarnya.Mengingat jumlah korban gempa pada 6 Februari itu terus bertambah, mengirimkan bantuan makanan, kesehatan, nutrisi, perlindungan, penampungan, suplai musim dingin, dan suplai penyelamat nyawa lainnya kepada jutaan orang yang terdampak menjadi hal "yang paling mendesak," kata sekjen PBB itu.
Sejumlah anggota tim penyelamat bekerja di lokasi yang diguncang gempa di Latakia, Suriah, pada 10 Februari 2023. (Xinhua/Str)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: 63.000 metrik ton makanan menanti pencabutan blokade bantuan Gaza
Indonesia
•
16 Mar 2025

Feature – Usia bukan penghalang di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
26 Jul 2024

Qatar Charity distribusikan sembako bagi masyarakat terdampak COVID-19
Indonesia
•
01 May 2020

Penyandang disabilitas Amerika hadapi diskriminasi dalam perawatan kesehatan
Indonesia
•
09 Oct 2022


Berita Terbaru

Kapal yang angkut 37 migran tanpa dokumen tenggelam di perairan Malaysia
Indonesia
•
13 May 2026

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026
