
PBB sambut baik pengiriman pertama pupuk Rusia yang sebelumnya diblokir di Eropa

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini menunjukkan tampilan luar kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Pengiriman pupuk Rusia sebanyak 20.000 ton meninggalkan Belanda dengan kapal sewaan Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), MV Greenwich, pada Selasa (29/11), menuju Malawi melalui Mozambik.
PBB (Xinhua) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik pengiriman pertama pupuk buatan Rusia yang sebelumnya tertahan di sejumlah pelabuhan dan gudang Eropa, demikian disampaikan seorang juru bicara PBB pada Selasa (29/11).Pengiriman pupuk Rusia sebanyak 20.000 ton meninggalkan Belanda dengan kapal sewaan Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), MV Greenwich, pada Selasa, menuju Malawi melalui Mozambik, kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.Itu akan menjadi pengiriman pertama dari serangkaian pengiriman pupuk yang ditujukan ke sejumlah negara lain di Benua Afrika dalam beberapa bulan mendatang, ujar Dujarric dalam sebuah pernyataan.PBB menyambut baik donasi 260.000 metrik ton pupuk buatan Rusia yang disimpan di sejumlah pelabuhan dan gudang Eropa, yang akan digunakan untuk membantu meringankan kebutuhan kemanusiaan dan mencegah bencana gagal panen di Afrika. Inisiatif donasi pupuk merupakan bagian dari perjanjian yang ditandatangani di Istanbul pada 22 Juli lalu untuk mengatasi kerawanan pangan global, memastikan ekspor makanan dan pupuk darurat tanpa hambatan dari Ukraina dan Rusia ke pasar dunia, lanjut pernyataan itu.Sekjen PBB berterima kasih kepada pemerintah Rusia, Malawi, dan Belanda, dalam koordinasi erat dengan Uni Eropa, atas kesediaan mereka untuk memungkinkan pengiriman pupuk kemanusiaan pertama oleh WFP demi ketahanan pangan global, ungkap pernyataan tersebut.PBB melanjutkan upaya-upaya diplomatik yang intens dengan semua pihak untuk memastikan ekspor pangan dan pupuk darurat tanpa hambatan dari Ukraina dan Rusia, yang terbebas dari rezim sanksi, ke pasar dunia, papar pernyataan itu.Pupuk memainkan peran kunci dalam sistem pangan, mengingat 50 persen populasi dunia bergantung pada produk pertanian yang diproduksi dengan bantuan pupuk mineral. Menghubungkan kembali pasar pupuk menjadi sebuah langkah penting untuk memastikan ketahanan pangan global pada 2023 dan PBB akan terus melakukan segala upaya, dengan semua pihak, untuk mencapai tujuan ini, imbuh pernyataan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penyandang disabilitas Amerika hadapi diskriminasi dalam perawatan kesehatan
Indonesia
•
09 Oct 2022

Feature – ‘Tidak ada dahulu, tidak ada sekarang’: Warisan budaya Parahyangan Timur sebagai fondasi masa depan
Indonesia
•
03 Aug 2025

Panda raksasa Qing Bao rayakan ulang tahun ke-5 di Kebun Binatang Smithsonian AS
Indonesia
•
14 Sep 2026

PBB pantau situasi pascagempa bumi dahsyat di Turkiye
Indonesia
•
07 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
