
Penelitian baru di China ungkap peran metana dalam pemulihan lapisan ozon

Seorang pejalan kaki melintas di dekat Gerbang India di tengah kabut asap tebal di New Delhi, India, pada 3 November 2022. (Xinhua/Javed Dar)
Peningkatan emisi metana dapat memberikan dampak positif yang tak terduga pada pemulihan ozon di masa depan, sekaligus memberikan pemahaman baru tentang tata kelola iklim.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China berhasil mengungkap bahwa peningkatan emisi metana dapat memberikan dampak positif yang tak terduga pada pemulihan ozon di masa depan, sekaligus memberikan pemahaman baru tentang tata kelola iklim.Penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti dari Beijing Normal University, baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences.Lapisan ozon berfungsi sebagai perisai pelindung Bumi, menghalangi radiasi ultraviolet yang berbahaya. Meskipun berbagai upaya internasional telah membantu mengurangi zat perusak ozon, pemulihan lapisan ozon di masa depan menghadapi ketidakpastian baru akibat pemanasan global dan aktivitas manusia.Penelitian tersebut menyoroti peran ganda metana dalam pemulihan ozon. Di satu sisi, metana merupakan gas rumah kaca yang kuat yang berkontribusi terhadap pemanasan global, sementara di sisi lain, metana memiliki interaksi kimiawi yang kompleks di atmosfer yang dapat membantu pemulihan lapisan ozon stratosfer, jelas Xie Fei, profesor di Beijing Normal University."Seperti halnya ozon yang dapat berbahaya di permukaan tanah namun bermanfaat di stratosfer, metana dan prekursor ozon lainnya juga memiliki karakteristik ganda yang serupa," kata Xie."Memahami efek ganda ini sangat penting untuk memprediksi pemulihan ozon di masa depan dan implikasinya terhadap iklim," imbuhnya.Tim peneliti itu melakukan eksperimen untuk menganalisis dampak metana, karbon dioksida, dan suhu permukaan laut terhadap ozon stratosfer di bawah skenario Representative Concentration Pathway (RCP) 8.5 pada 2050. Skenario RCP 8.5 merupakan jalur iklim masa depan yang mengasumsikan emisi gas rumah kaca yang tinggi dan upaya mitigasi iklim yang terbatas, yang mengarah pada pemanasan global yang signifikan pada akhir abad ini.Hasil-hasil penelitian menunjukkan peningkatan emisi metana dapat memberikan dampak positif yang sangat kuat terhadap pemulihan ozon di wilayah Arktik dan Antarktika."Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai jalur pemulihan ozon dan implikasinya yang lebih luas," ujar Xie, seraya menambahkan bahwa mereka akan menyempurnakan model mereka lebih lanjut untuk memperhitungkan faktor-faktor lain yang memengaruhi pemulihan ozon."Hal ini akan membantu para pembuat kebijakan dan ilmuwan membuat keputusan yang lebih baik untuk mengatasi pemulihan lapisan ozon maupun perubahan iklim," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

SpaceX batalkan peluncuran roket raksasa Starship akibat isu bahan bakar
Indonesia
•
19 Apr 2023

Percetakan Al-Qur'an King Fahd Saudi luncurkan aplikasi Warsh Qur'an
Indonesia
•
16 Dec 2021

AI temukan petunjuk hepatitis b dalam 30 detik, China bangun sistem deteksi dini penyakit menular
Indonesia
•
18 Sep 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
