
Penjualan BAIC melonjak 91 persen, siap perluas pasar mobil listrik di Indonesia dengan 22 diler

BAIC menegaskan komitmennya untuk berekspansi di Indonesia dengan rencana menghadirkan lebih banyak mobil NEV dan memperluas jaringan diler. (Sumber foto: BAIC).
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring meningkatnya adopsi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di Indonesia, merek otomotif asal China, BAIC, berencana menghadirkan lebih banyak lini kendaraan ramah lingkungan ke pasar domestik.
Perusahaan ini juga akan memperluas jaringan distribusi dan pemasarannya sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis ke depannya.
"Pertumbuhan pasar kendaraan listrik murni di Indonesia yang mencapai 78 persen (2021-2025) menunjukkan bahwa NEV bukan lagi sekadar tren, melainkan arah masa depan industri otomotif. Kami melihat momentum ini sebagai peluang besar bagi BAIC untuk menghadirkan portofolio NEV yang semakin lengkap," kata Chief Operating Officer (COO) PT JIO Distribusi Indonesia Dhani Yahya, selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia, dalam keterangan resminya.
BAIC melaporkan penjualan grosir (wholesale) sebanyak 382 unit sepanjang paruh pertama tahun ini, melonjak 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lebih dari separuh penjualan tersebut berasal dari SUV hybrid andalannya, BAIC BJ30.
Setelah meluncurkan mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dan hybrid, baru-baru ini BAIC juga memperluas portofolionya melalui peluncuran mobil listrik murni pertamanya, BAIC T1, sekaligus secara resmi membuka program prapemesanan mulai 9 Juli hingga 30 Juli.
Menurut Dhani, peluncuran mobil listrik ini bertujuan memperkuat posisi BAIC sebagai salah satu pemain di pasar NEV Indonesia, memperluas basis pelanggan, meningkatkan daya saing perusahaan, serta mendorong pertumbuhan pangsa pasar yang berkelanjutan.
Ke depannya, merek asal China itu berencana terus menambah jajaran kendaraan NEV-nya di Indonesia, mulai dari SUV, sedan, hingga MPV.
Perusahaan itu juga akan menghadirkan kendaraan berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan range-extended electric vehicle (REEV).
Di samping itu, BAIC juga akan memperluas jaringan pemasaran dan pelayanannya. Jumlah diler ditargetkan meningkat dari 16 menjadi 22 hingga akhir tahun ini, dengan fokus ekspansi di wilayah Jabodetabek.
Perluasan jaringan tersebut akan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pelanggan, ketersediaan suku cadang, serta peningkatan kompetensi teknisi.
BAIC menegaskan komitmennya untuk memproduksi kendaraannya secara lokal. Model BJ40 Plus telah dirakit secara lokal di pabrik mitra PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta sejak pertengahan tahun lalu.
Model lainnya akan menyusul, khususnya untuk lini mobil listrik terbaru BAIC T1, yang ditargetkan mencapai tingkat kandungan lokal hingga 60 persen pada tahun depan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Analis perkirakan lebih banyak lapangan kerja akan hilang di AS tahun depan
Indonesia
•
20 Oct 2022

Xi Jinping dorong BRICS masuki ‘dekade emas ketiga’ dengan kekuatan Global South
Indonesia
•
14 Sep 2026

Yuan digital yang beredar tembus 13,61 miliar yuan
Indonesia
•
25 Jan 2023

Volvo Cars pecahkan rekor penjualan tertinggi pada 2023
Indonesia
•
07 Jan 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
