
Ekspor kelapa Indonesia ke China naik 144 persen tahun ini

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan kelapa asal Indonesia yang telah tiba di pelabuhan sedang diangkut menuju perusahaan pengolahan. (Xinhua)
Nilai ekspor komoditas kelapa Indonesia sepanjang Januari-Oktober tahun ini mencapai 208,2 juta dolar AS naik 144 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan nilai ekspor ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari China.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Nilai ekspor komoditas kelapa Indonesia sepanjang Januari-Oktober tahun ini mencapai 208,2 juta dolar AS naik 144 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan nilai ekspor ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari China.*1 dolar AS = 16.668 rupiah"Negara tujuan utama ekspor kelapa bulat Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2025 adalah China, Vietnam, dan Malaysia," kata deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (1/12).Nilai ekspor kelapa bulat ke China tahun ini mencapai 171,3 juta dolar AS, atau berkontribusi 82 persen dari total nilai ekspor kelapa nasional. Nilai ekspor ke China ini meningkat 125 persen dibandingkan tahun lalu. Dari segi volume, ekspor kelapa ke China mencapai 447.120 ton, menandai kenaikan 40 persen dari tahun lalu.Peningkatan ekspor ke China ini salah satunya dipicu oleh tersedianya jalur pelayaran langsung yang menghubungkan pelabuhan internasional di Hainan, China selatan, dengan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu penghasil kelapa utama Indonesia. Volume ekspor kelapa dari Pelabuhan Pantoloan di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, ke China meningkat 93 persen sepanjang tahun ini menjadi 69.012 ton.Ketersediaan jalur pelayaran langsung ini memangkas waktu pengiriman kelapa dari Palu menuju Hainan, dari yang sebelumnya lebih dari sebulan kini menjadi hanya sepekan. Kondisi ini membantu meningkatkan kesegaran buah saat sampai ke konsumen di China.Peningkatan ekspor ini juga terjadi seiring dimulainya kerja sama antara jaringan kedai kopi ternama asal China, Luckin Coffee, dengan pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan di sebelah timur Provinsi Sulawesi Tengah, yang diberi nama ‘Pulau Kelapa Eksklusif Luckin Coffee’, pada Maret lalu. Kelapa segar dari wilayah tersebut akan menyuplai kebutuhan kelapa segar yang menjadi campuran dalam produk yang dijual Luckin Coffee.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Waralaba Americana akan membuka 100 cabang Pizza Hut di Arab Saudi
Indonesia
•
06 Jul 2022

Transaksi ‘business matching’ UMKM hingga Agustus 2025 capai 90,90 juta dolar AS
Indonesia
•
09 Sep 2025

Pengembangan pembangkit tenaga panas bumi Muara Laboh dimulai 2020
Indonesia
•
17 Jan 2020

Pertemuan WEF akan bahas cara atasi perpecahan di tengah berbagai krisis
Indonesia
•
17 Jan 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
