
Pilot ‘off-duty’ Alaska Airlines coba matikan mesin pesawat yang sedang terbang

Sebuah pesawat maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) Alaska Airlines bersiap mendarat di samping puing-puing pesawat Asiana yang jatuh di Bandar Udara Internasional San Francisco, AS, pada 10 Juli 2013. (Xinhua/Liu Yilin)
Penumpang di kursi jump seat berusaha "mematikan mesin pesawat saat berada di ketinggian jelajah dengan mengaktifkan sistem pencegah kebakaran mesin."
San Francisco, AS (Xinhua) – Seorang pilot yang sedang tidak bertugas (off-duty) dari maskapai Alaska Airlines, yang duduk di kursi jump seat dalam sebuah penerbangan pada Ahad (22/10), dibekuk ketika berusaha mematikan mesin pesawat yang sedang mengudara, kata Alaska Air Group pada Senin (23/10).Penerbangan Horizon Air 2059 lepas landas pada Ahad pukul 17.23 waktu setempat dari Everett, Washington DC, Amerika Serikat (AS) barat laut, dan terbang menuju San Francisco, California.Penerbangan yang mengangkut 80 penumpang dan dua pramugari di kabin penumpang dengan dua pilot tersebut dialihkan ke Portland, Oregon, di mana pesawat mendarat dengan selamat. Pilot Alaska Airlines itu pun ditangkap.Pilot yang sedang dalam perjalanan menuju San Francisco dan dijadwalkan menjadi kru penerbangan 737 tersebut duduk di kursi jump seat di kokpit tepat di belakang pilot dan kopilot yang sedang menerbangkan pesawat, lapor media setempat.Pilot dan kopilot Horizon Air "merespons dengan cepat," daya mesin tidak mati, dan kru mengamankan pesawat tanpa ada insiden, kata Alaska Air Group, perusahaan induk dari Alaska Airlines sekaligus anak perusahaan regionalnya, Horizon Air.Sebuah pemberitahuan dari Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration) menyebut insiden itu sebagai "peristiwa keamanan yang signifikan."Penumpang di kursi jump seat berusaha "mematikan mesin pesawat saat berada di ketinggian jelajah dengan mengaktifkan sistem pencegah kebakaran mesin," urai pemberitahuan tersebut."Awak pesawat berhasil meringkus tersangka dan mengeluarkannya dari ruang kokpit," imbuh pemberitahuan tersebut.Sistem pencegah kebakaran mesin pada pesawat jet Embraer 175 itu diaktifkan melalui dua tuas pada panel instrumen di langit-langit kokpit yang berada di atas pilot. Menarik tuas tersebut akan memutus aliran listrik dan hidraulis ke mesin pesawat serta menutup saluran bahan bakar.Juru Bicara Alaska Air Alexa Rudin mengatakan bahwa "untungnya masih ada sisa bahan bakar yang tertinggal di saluran, dan reaksi cepat kru kami untuk mengatur ulang tuas tersebut memulihkan aliran bahan bakar dan mencegah terjadinya kehabisan bahan bakar."Menurut situs jejaring Kantor Sheriff Multnomah County, pilot Alaska Airlines yang bernama Joe Emerson (44) tersebut ditangkap oleh Kepolisian Port of Portland dan dijebloskan ke penjara pada Senin pagi waktu setempat.Emerson ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan dan tindakan yang membahayakan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Interaksi lumba-lumba dan manusia di Laut Merah Eilat
Indonesia
•
12 Dec 2022

Talenta muda suntikkan dorongan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di China
Indonesia
•
02 Sep 2022

Feature: KJRI San Francisco gaungkan promosi wisata komodo, orang utan
Indonesia
•
21 Nov 2022

Rumania lanjutkan program bayi tabung untuk atasi penurunan angka kelahiran
Indonesia
•
25 Jul 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
