Israel tewaskan sedikitnya 40 warga Gaza dalam 24 jam terakhir dan bebaskan 10 tahanan Palestina

Pengungsi Palestina mengambil air di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 10 April 2025.(Xinhua/Mahmoud Zaki)
Penutupan perlintasan ke Gaza memperparah krisis yang sedang berlangsung, dengan total korban tewas sejak dimulainya konflik itu pada Oktober 2023 mencapai 50.886 orang, di samping 115.875 warga yang mengalami luka-luka.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 40 warga Palestina tewas dan 146 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, lapor otoritas kesehatan setempat pada Kamis (10/4).Dalam sebuah pernyataan pers, otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza menyampaikan bahwa jenazah para korban dan warga yang terluka telah dipindahkan ke sejumlah rumah sakit.Menurut pernyataan itu, jumlah warga Palestina yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret bertambah menjadi 1.522 orang. Dengan demikian, total korban tewas sejak dimulainya perang itu pada Oktober 2023 bertambah menjadi 50.886 orang, di samping 115.875 warga yang mengalami luka-luka.Otoritas kesehatan itu juga menyerukan penambahan pasokan medis untuk mengatasi kelangkaan obat-obatan dan peralatan medis esensial yang cukup parah di sejumlah rumah sakit dan pusat perawatan primer di Gaza.Pihak otoritas juga memperingatkan bahwa penutupan perlintasan ke Gaza memperparah krisis yang sedang berlangsung. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs), semua perlintasan menuju Gaza masih ditutup untuk pengiriman kemanusiaan dan komersial sejak 2 Maret.Pada hari yang sama, sumber-sumber Palestina menuturkan bahwa otoritas Israel membebaskan 10 tahanan Palestina melalui Kissufim, jalur perlintasan kecil di sebelah timur laut Khan Younis di Gaza selatan.Para tahanan tersebut, yang ditangkap dalam operasi darat Israel di wilayah kantong Palestina itu, tiba di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Mengenakan seragam penjara, mereka terlihat turun dari bus dengan kondisi kesehatan yang buruk.
Tim penyelamat mencari korban selamat di antara reruntuhan bangunan yang hancur di area permukiman Shuja'iyya di sebelah timur Gaza City pada 9 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Festival perahu naga genjot pertukaran antarkota di Australia dan China
Indonesia
•
05 Jun 2023

Forum Peradaban Kuno digelar di Baghdad
Indonesia
•
05 Dec 2022

Kurangi penggunaan ponsel satu jam sehari tingkatkan kesehatan selama berbulan-bulan
Indonesia
•
22 Apr 2022

784 orang dirawat di rumah sakit pascagempa bumi di Gansu, China
Indonesia
•
22 Dec 2023
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
