
Trump ingin Departemen Pendidikan "segera" ditutup

Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2024 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Penutupan segera Departemen Pendidikan AS dapat mengganggu bantuan dana sebesar puluhan miliar dolar bagi siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, juga bantuan biaya kuliah untuk mahasiswa.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (12/2) mengatakan dirinya ingin Departemen Pendidikan segera ditutup."Saya ingin itu segera ditutup," kata Trump kepada awak media pada Rabu sore waktu setempat dari Ruang Oval Gedung Putih. "Departemen Pendidikan adalah sebuah penipuan besar.""Jadi mereka menempati peringkat 40 negara teratas di dunia. Kita berada di peringkat ke-40. Namun, kita berada di peringkat nomor satu dalam satu departemen, biaya per siswa. Jadi, kita menghabiskan lebih banyak biaya per siswa daripada negara lain di dunia."Sebelumnya Trump mengeklaim ingin menutup Departemen Pendidikan, menyatakan dirinya bermaksud mengembalikan tanggung jawab pendidikan kepada negara bagian.Pada masa jabatan pertamanya, Trump mengusulkan menutup departemen tersebut sebagai bagian dari agendanya untuk mengurangi besaran dan fungsi pemerintah federal.Lembaga tersebut mempekerjakan 4.245 orang dan menghabiskan dana 251 miliar dolar AS tahun lalu, menurut Reuters. Penutupan segera departemen ini dapat mengganggu bantuan dana sebesar puluhan miliar dolar bagi siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, juga bantuan biaya kuliah untuk mahasiswa.Dalam beberapa pekan setelah pelantikannya pada 20 Januari, Trump mendorong reformasi besar-besaran di dalam pemerintah federal AS, termasuk memajukan pengurangan tenaga kerja federal secara besar-besaran dan mengizinkan Departemen Efisiensi Pemerintah yang dipimpin oleh Elon Musk mendapatkan akses ke sistem pembayaran utama di berbagai lembaga.Trump juga berusaha menutup sejumlah lembaga seperti Badan Pembangunan Internasional AS (US Agency for International Development/USAID), mengeklaim bahwa lembaga-lembaga tersebut sarat dengan "penipuan luar biasa" dan "tingkat korupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya."Penutupan USAID dan Departemen Pendidikan membutuhkan persetujuan dari Kongres.*1 dolar AS = 16.380 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak Filipina ambil keputusan secara rasional dan bekerja sama tangani isu Laut China Selatan
Indonesia
•
22 Dec 2023

Serangan Israel di Qatar berpotensi buka babak baru yang berbahaya dalam konflik Gaza
Indonesia
•
14 Sep 2025

Fokus Berita – Majelis Umum PBB adopsi resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza
Indonesia
•
16 Jun 2025

Syeikh Assudais umumkan jadwal tarawih Masjidil Haram dalam Bahasa Indonesia
Indonesia
•
07 May 2019


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
