
Penyandang tuna rungu di Gaza sulap besi tua jadi karya seni yang elok

Fakher Hamad yang tuna rungu memamerkan karya seni besi ciptaannya di bengkel kerja miliknya di Gaza City pada 18 Juli 2022. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
"Beberapa orang merasa kami tidak akan berhasil, namun bisnis ini membantu keluarga kami untuk bertahan hidup."
Jakarta (Indonesia Window) – Di dalam bengkel kerja kecil miliknya di Gaza, seorang penyandang tuna rungu bernama Fakher Hamad menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengubah besi tua yang didaur ulang menjadi patung dan perabotan apik dengan segala ukuran.Patung-patung sepeda motor, ular, kalajengking, dan boneka berukuran kecil, serta kereta kuda berukuran sebenarnya, merupakan sebagian kreasi yang dibanggakan Hamad."Saya mendapatkan ide itu satu tahun yang lalu saat pertempuran sengit antara Israel dan faksi-faksi Palestina di Gaza mengakibatkan banyak bangunan menjadi puing-puing," kata pria berusia 35 tahun tersebut kepada Xinhua, dengan asistennya menerjemahkan bahasa isyarat yang disampaikan Fakher.Khawatir besi tua yang tak terurus itu akan melukai anak-anak yang bermain di luar ruangan dan mencemari lingkungan, dia mulai mendaur ulang dan mengubah fungsinya menjadi karya seni dari besi."Awalnya, saya mengumpulkan limbah besi dari tempat saya yang telah hancur, dan saya tersadar bahwa saya dapat membuat (patung) sepeda motor hanya dalam waktu empat jam," kenang pria tersebut.Pandai besi muda tersebut menuturkan bahwa awalnya, dia hanya bekerja bersama saudara laki-lakinya, namun saat nama mereka mulai dikenal dalam profesi itu, orang-orang berdatangan sambil membawa segala macam besi tua dari rumah mereka yang hancur.Saat ini, dia mempekerjakan tujuh pekerja dengan upah sekitar 250 dolar AS (sekira 3,7 juta rupiah), dan bengkel kerja tersebut masih kekurangan mesin slotting dan alat pemotong logam dan las, paparnya."Beberapa orang merasa kami tidak akan berhasil, namun bisnis ini membantu keluarga kami untuk bertahan hidup."
Fakher Hamad (kanan), penyandang tuna rungu, bekerja di bengkel kerja kecil miliknya di Gaza City pada 2 Agustus 2022. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kenya serukan perlindungan gajah di tengah lonjakan populasi
Indonesia
•
15 Aug 2023

Kepala UNICEF sebut aksi kemanusiaan PBB di Gaza tersisihkan
Indonesia
•
20 Jul 2025

Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel capai 32.142
Indonesia
•
25 Mar 2024

Haji1443 – RS Madinah lakukan 19 kateterisasi jantung bagi jamaah dalam 10 hari
Indonesia
•
04 Jul 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
