
Taipei tawarkan kursus Mandarin dan Hoklo gratis untuk pekerja migran

Pasar malam Raohe di Taipei. (Vernon Raineil Cenzon on Unsplash)
Kursus gratis Bahasa Mandarin yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Taipei bertujuan untuk membantu para pekerja migran lulus Ujian Dasar Bahasa Tionghoa sebagai Bahasa Asing (TOCFL), yang akan membantu mereka menjadi pekerja teknis tingkat menengah dan mendapatkan upah yang lebih tinggi.
Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Taipei meluncurkan kelas Hoklo (umumnya dikenal sebagai bahasa Taiwan) dan Bahasa Mandarin secara cuma-cuma untuk para pekerja migran yang bekerja di ibu kota Taiwan tersebut.Kursus gratis bahasa Mandarin itu ditujukan untuk membantu para pekerja migran lulus Ujian Dasar Bahasa Tionghoa sebagai Bahasa Asing (TOCFL) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, kata Komisaris Departemen Tenaga Kerja Taipei Kao Bao-hua dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Kantor Berita CNA.Tujuan kursus ini selaras dengan prakarsa yang diperkenalkan tahun ini oleh Kabinet yang sebagian ditujukan untuk mempertahankan pekerja migran dan asing di Taiwan dengan membantu mereka menjadi pekerja teknis tingkat menengah dan mendapatkan upah yang lebih tinggi, kata Kao.Jika pekerja migran dapat lulus tes TOCFL, itu akan memungkinkan mereka menemukan pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan peluang mereka untuk tinggal di Taiwan, kata Kao.Karena pembukaan kelas yang terbatas, pekerja migran yang memulai pekerjaan mereka di Taipei kurang dari tiga tahun lalu dan sedang melakukan pekerjaan pertama mereka di Taiwan akan mendapat prioritas pertama untuk kelas tersebut, kata Kao.Agar memenuhi syarat untuk kelas berbicara, pelamar akan diminta untuk mengikuti tes dan mencapai skor tertentu, kata penyelenggara, seraya menambahkan bahwa kelas Bahasa Mandarin lain yang tidak mengharuskan pelamar lulus tes kemahiran bahasa juga tersedia.Setiap kursus akan diajarkan selama 48 jam dari 10 Juni hingga 17 September, dengan kelas untuk sementara ditetapkan pada pukul 09.00-12.30 dan 13.30-1700 pada hari Sabtu dan Ahad. Semua kursus akan mencakup enam jam "belajar di luar", kata mereka.Jadwal kursus dapat berubah tergantung pada jumlah orang yang mendaftar, menurut penyelenggara.Liu Chia-hong, direktur Kantor Tenaga Kerja Asing dan Penyandang Cacat Kota Taipei, mengatakan bahwa kursus bahasa itu juga akan ditawarkan secara virtual mengingat beberapa pekerja migran yang tinggal di dalam mungkin tidak dapat menghadiri kelas secara langsung.Mereka yang ingin mengikuti kursus ini dapat mendaftar secara daring dengan mengirimkan formulir atau menghubungi Taipei Language Institute di 02-236-6009 atau 02-236-78228 ext. 816.Pendaftaran untuk kelas akan berakhir pada 19 Mei.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Susah belajar Mandarin, gim di TikTok bisa jadi solusi
Indonesia
•
24 Apr 2026

Tikus bernama Patrick Stewart menjadi yang tertua di dunia
Indonesia
•
13 Feb 2023

Nepal berencana batasi jumlah pendaki di tengah masalah sampah pegunungan
Indonesia
•
17 Dec 2025

LSM lingkungan ajak siswa ‘perang’ lawan plastik
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
