
COVID-19 jadi penyebab kematian tertinggi keenam di AS pada Januari 2023

Seorang pria yang mengenakan masker terlihat di sebuah jalan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 16 Desember 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Penyebab kematian tertinggi keenam di Amerika Serikat (AS) pada Januari tahun ini adalah COVID-19, dan hingga kini COVID-19 masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat dan berdampak pada semua aspek kehidupan sehari-hari serta berkontribusi pada penurunan harapan hidup.
Los Angeles, AS (Xinhua) – COVID-19 merupakan penyebab kematian tertinggi keenam di Amerika Serikat (AS) pada Januari tahun ini, demikian menurut sebuah laporan yang dipublikasikan pada Jumat (24/2) oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Pemerintah federal AS telah mengumumkan sejumlah rencana untuk mengakhiri Darurat Kesehatan Masyarakat COVID-19 pada 11 Mei. CDC AS mengungkapkan bahwa COVID-19 masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat dan berdampak pada semua aspek kehidupan sehari-hari serta berkontribusi pada penurunan harapan hidup. Banyak orang masih berisiko lebih tinggi mengalami penyakit parah dan kematian.COVID-19 masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang krusial, kata CDC AS, menambahkan bahwa masih penting untuk terus mendapatkan vaksin COVID-19 terbaru, terutama bagi orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah.AS saat ini mencatatkan rata-rata sekitar 33.700 kasus baru COVID-19, 3.500 kasus rawat inap, dan 344 kematian setiap harinya, papar data CDC AS.Omicron XBB.1.5
Sementara itu, subvarian Omicron XBB.1.5 yang sangat mudah menular saat ini menyumbang 85 persen dari seluruh kasus COVID-19 yang dilaporkan di Amerika Serikat (AS) pekan ini, menurut perkiraan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Prevalensi XBB.1.5 terus meningkat sejak akhir tahun lalu. Angka ini naik dari 79,2 persen pekan lalu dan 71,9 persen dua pekan sebelumnya.XBB.1.5 meningkat secara proporsional di semua wilayah secara nasional, menurut CDC.BQ.1.1 tetap menjadi galur (strain) yang paling umum kedua dengan 9,4 persen.CDC pertama kali mulai melacak XBB.1.5 pada November tahun lalu, ketika varian itu mencakup kurang dari 1 persen kasus secara nasional. Sejak saat itu, galur tersebut menyebar dengan cepat di AS.Studi awal menunjukkan XBB.1.5 memiliki beberapa mutasi yang mengkhawatirkan yang menunjukkan bahwa varian itu bahkan lebih menular daripada galur-galur lain, mungkin yang paling menular sejauh ini.Meski XBB.1.5 lebih mudah menyebar, para ilmuwan mengatakan varian itu tampaknya tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Jalan kaki lima menit cara terbaik untuk tenangkan bayi yang menangis
Indonesia
•
14 Sep 2022

Kesenjangan rasial di AS terlihat dalam vaksinasi cacar monyet
Indonesia
•
31 Aug 2022

Feature – Tetap bugar di kala hujan dan banjir dengan pengobatan tradisional China
Indonesia
•
11 Feb 2026

Mahasiswa internasional kembali ke China dengan semangat dan harapan (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
28 Feb 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
