
PM Korsel sebut tragedi Halloween karena manajemen kerumunan tak memadai

Seorang wanita menyentuh foto korban insiden desak-desakan Halloween di sebuah altar berkabung yang didirikan di Seoul Plaza di Seoul, Korea Selatan, pada 1 November 2022. (Xinhua/Wang Yiliang)
Penyebab tragedi perayaan Halloween di Distrik Itaewon di Seoul adalah lemahnya manajemen kerumunan karena tidak memiliki dukungan institusional dan upaya sistematis yang memadai, sehingga massa yang berkumpul terjebak dan terinjak-injak di jalanan yang sesak.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua) – Insiden desak-desakan yang terjadi pada Sabtu (29/10) malam waktu setempat di Distrik Itaewon di Seoul, ibu kota Korea Selatan (Korsel), pada perayaan Halloween sebagian disebabkan oleh manajemen kerumunan yang tidak memadai, demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Korsel Han Duck-soo pada Selasa (1/11)."Tampaknya salah satu penyebab utama (dari insiden itu) pada akhirnya adalah manajemen kerumunan, yang tidak memiliki dukungan institusional dan upaya sistematis yang memadai di Korsel," kata Han dalam konferensi pers dengan para koresponden asing di Seoul.Han menuturkan bahwa bahkan jika lebih banyak petugas polisi dikerahkan ke Itaewon, akan ada keterbatasan dalam pengendalian kerumunan besar itu mengingat negara tersebut tidak memiliki regulasi yang memadai soal manajemen kerumunan.
Orang-orang meletakkan bunga di sebuah altar berkabung untuk para korban insiden desak-desakan Halloween yang didirikan di Seoul Plaza di Seoul, Korea Selatan, pada 1 November 2022. (Xinhua/Wang Yiliang)
Orang-orang yang membawa bunga berjalan ke sebuah altar berkabung untuk para korban insiden desak-desakan Halloween yang didirikan di Seoul Plaza di Seoul, Korea Selatan, pada 1 November 2022. (Xinhua/Wang Yiliang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Diagnosis kanker di AS menurun selama pandemik
Indonesia
•
20 Nov 2022

Korban tewas dalam serangan Israel di Gaza tengah bertambah jadi 31 orang
Indonesia
•
20 May 2024

Sekitar 824 juta orang kekurangan gizi hingga akhir 2020: PBB
Indonesia
•
17 Oct 2020

Feature – "Kematian terasa lebih berbelas kasih", pilihan menyakitkan untuk bertahan hidup di Gaza
Indonesia
•
14 Sep 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
