Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir

Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell menghadiri sebuah konferensi pers di Washington DC, AS, pada 10 Desember 2025. (Xinhua/Li Yuanqing)
Departemen Kehakiman AS melayangkan panggilan pengadilan juri kepada The Fed pada 9 Januari, yang mengancam akan mengajukan dakwaan pidana terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada Juni 2025.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Jaksa federal Amerika Serikat (AS) di Washington DC terus melanjutkan penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell, ketua bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), sebut sebuah laporan CNBC pada Rabu (28/1).
The Fed belum memenuhi panggilan pengadilan juri, urai laporan itu, mengutip sumber anonim yang mengetahui situasi kasus tersebut.
"Saya tidak memiliki informasi apa pun untuk disampaikan terkait hal itu hari ini," ujar Powell dalam sebuah konferensi pers pada Rabu saat menanggapi pertanyaan apakah The Fed telah merespons panggilan tersebut.
"Jika masyarakat kehilangan kepercayaan bahwa kami membuat keputusan semata-mata berdasarkan penilaian kami tentang apa yang terbaik bagi semua orang, bagi kepentingan khalayak publik, alih-alih berupaya menguntungkan satu kelompok tertentu atau lainnya ... (maka) kepercayaan itu akan sulit untuk diraih," tutur Powell memperingatkan.
Dia juga menyarankan kepada penerusnya agar "menjauh dari politik elektoral."
Departemen Kehakiman AS melayangkan panggilan pengadilan juri kepada The Fed pada 9 Januari, yang mengancam akan mengajukan dakwaan pidana terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada Juni 2025, menurut pernyataan Powell pada 11 Januari.
"Ancaman dakwaan pidana ini merupakan konsekuensi dari langkah Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami mengenai apa yang akan bermanfaat bagi publik, alih-alih mengikuti preferensi Presiden," tutur Powell dalam pernyataan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Houthi Yaman klaim serangan rudal terhadap kapal Yunani di Laut Merah
Indonesia
•
17 Jan 2024

DK PBB bahas serangan Laut Merah di tengah risiko meluasnya krisis Gaza
Indonesia
•
04 Jan 2024

Kremlin: Rusia tetap siap lakukan pembicaraan dengan Ukraina
Indonesia
•
06 Dec 2023

AS bisa kirim rudal Tomahawk ke Ukraina lewat sekutu Eropa
Indonesia
•
30 Sep 2025
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026
