
Hamas umumkan akan tunda pembebasan sandera, Israel perintahkan IDF bersiap

Orang-orang menyambut seorang tahanan Palestina yang dibebaskan di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 8 Februari 2025. Israel membebaskan 183 tahanan Palestina pada Sabtu (8/2) dalam pertukaran tahanan-sandera yang kelima di bawah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Hamas. (Xinhua/Ayman Nobani)
Penyerahan sandera akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai Israel memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan dan memberikan kompensasi selama beberapa pekan terakhir yang berlaku surut.
Yerusalem/Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Israel telah memerintahkan militernya bersiap untuk "segala skenario yang mungkin terjadi di Jalur Gaza" setelah Hamas pada Senin (10/2) mengumumkan penyerahan sandera yang dijadwalkan pada Sabtu (15/2) akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantornya, Israel Katz, menteri pertahanan Israel, mengecam pengumuman Hamas sebagai "pelanggaran total terhadap gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera."Katz mengatakan dirinya telah memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) untuk "bersiap pada level kesiapan tertinggi untuk segala skenario yang mungkin terjadi di Gaza dan untuk mempertahankan komunitas-komunitas di dekat daerah kantong tersebut."Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan penilaian situasi dengan para menteri dan pejabat keamanan, lapor situs berita Israel Ynet, mengutip Kantor PM Israel.Sebelumnya pada Senin, Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas Brigade Al-Qassam, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa selama tiga pekan terakhir, kepemimpinan Hamas memantau kegagalan Israel dalam mematuhi ketentuan-ketentuan kesepakatan gencatan senjata.Kegagalan tersebut termasuk menunda kembalinya para pengungsi ke Gaza utara serta menjadikan mereka target penyerangan dan penembakan, dan terlebih lagi tidak membawa pasokan bantuan dalam segala bentuknya seperti yang telah disepakati, imbuh pernyataan, seraya menekankan Hamas telah melaksanakan semua kewajibannya.Oleh karena itu, penyerahan sandera akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai Israel memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan dan memberikan kompensasi selama beberapa pekan terakhir yang berlaku surut, sebut pernyataan itu. "Kami menegaskan komitmen kami terhadap ketentuan-ketentuan kesepakatan selama pihak penjajah berkomitmen terhadapnya," kata juru bicara itu.
Para pengungsi Palestina yang pulang dari Jalur Gaza selatan ke utara terlihat di dekat Koridor Netzarim di Jalur Gaza tengah pada 9 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Elon Musk sebut platform X hadapi serangan siber besar-besaran
Indonesia
•
11 Mar 2025

PM Kroasia sebut Schengen belum berakhir, tetapi ada "masalah"
Indonesia
•
26 Oct 2023

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

Arab Saudi keluarkan 108.041 izin umroh melalui aplikasi I’tamarna
Indonesia
•
03 Oct 2020


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
