
Komisaris HAM PBB peringatkan potensi "mengerikan" serangan militer Israel ke Rafah

Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Februari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Penyerangan ke Rafah juga dapat berarti berakhirnya segelintir bantuan kemanusiaan yang telah masuk dan didistribusikan dengan dampak yang sangat besar bagi seluruh Gaza, termasuk ratusan ribu orang yang terancam kelaparan dan kekurangan makanan di bagian utara.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Potensi serangan militer penuh ke Rafah sangat mengerikan, mengingat sejumlah besar warga sipil, yang mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak, kemungkinan besar akan tewas dan terluka, seperti diperingatkan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Volker Turk pada Senin (12/2)."Belum lama ini, saya telah memperingatkan penderitaan tak terbayangkan yang dihadapi oleh warga Palestina di Gaza. Hari ini, sayangnya, mengingat pembantaian yang terjadi sejauh ini di Gaza, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi di Rafah," ujar komisaris HAM PBB itu dalam sebuah pernyataan media.Terletak di Jalur Gaza selatan dan menjadi satu-satunya pintu gerbang Gaza ke seluruh dunia yang tidak dikendalikan langsung oleh Israel, Rafah saat ini dihuni sekitar 1,5 juta warga Palestina, sementara sebelum serangan 7 Oktober populasinya hanya 250.000 jiwa.
Sejumlah tank Israel terlihat di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza di Israel selatan pada 12 Februari 2024. Pasukan khusus Israel pada Senin (12/2) pagi waktu setempat menyerbu Rafah di Gaza untuk membebaskan dua sandera, melancarkan "gelombang serangan" yang menewaskan sedikitnya 67 warga Palestina, menurut beberapa sumber dari kedua belah pihak. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Warga Palestina terlihat di antara reruntuhan bangunan setelah serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Februari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tolak tegas strategi diplomatik Kanada yang didominasi bias ideologi
Indonesia
•
29 Nov 2022

Jepang rampungkan tahun pertama pembuangan air limbah nuklir ke laut di tengah kontroversi
Indonesia
•
18 Mar 2024

Pendukung Duterte gelar unjuk rasa di seluruh Filipina
Indonesia
•
16 Mar 2025

Pengadilan jatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan presiden Korsel Yoon Suk-yeol
Indonesia
•
21 Feb 2026


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
