
Wawancara – Peneliti senior CSIS sebut China mainkan peran penting dalam kemakmuran regional

Foto yang diambil pada tanggal 6 Juni 2024 menunjukkan Rizal Sukma, peneliti senior di lembaga pemikir terkemuka di Indonesia, Pusat Kajian Strategis dan Internasional, berbicara kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif di Jakarta, Indonesia. (Xinhua/Tao Fangwei)
Peranan penting perekonomian China dalam kemakmuran dan pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik, khususnya di Indonesia terbukti dengan posisi negara Asia Timur ini dalam investasi sektor manufaktur di Tanah Air.
Jakarta Xinhua) – "Kita semua tahu bahwa perekonomian China merupakan faktor terpenting bagi kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan. Semua orang mengakui fakta ini," kata Rizal Sukma, peneliti senior di lembaga pemikir (think tank) terkemuka Indonesia, Center for Strategic and International Studies (CSIS).Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Xinhua pada Kamis (6/6), Rizal, yang juga pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Inggris, menekankan peranan penting perekonomian China dalam kemakmuran dan pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik. Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi China, Rizal tetap yakin dengan kemampuan China dalam mengatasi isu-isu tersebut, khususnya di sektor properti."Memperkirakan China akan mengalami penurunan, seperti yang diharapkan beberapa analis, tidaklah masuk akal, karena kita percaya China merupakan negara yang besar dan mampu mengatasi semua tantangan. Penyesuaian akan dilakukan," imbuhnya.Berbicara tentang perkembangan China, Rizal memuji pencapaian luar biasa China dalam hal pengentasan kemiskinan dan kemajuan teknologi."Aspek yang paling mengesankan bagi saya adalah mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan. Bukan hanya soal angkanya, tetapi juga soal jangka waktu yang singkat untuk mewujudkannya, sekitar 600 juta orang dalam satu dekade. Hal ini merupakan buah dari kebijakan yang dirancang dengan baik oleh pemerintah China. Bagi saya, tidak ada kata yang lebih baik untuk menggambarkannya selain keajaiban," tuturnya.Rizal juga menyoroti kemajuan pesat teknologi China, dan mendesak negara-negara Asia lainnya untuk berpartisipasi dalam kemajuan ini melalui pengembangan sumber daya manusia. "China telah mengejar ketertinggalan secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat, dengan Amerika Serikat (AS) masih unggul hanya di dua atau tiga sektor," ujarnya, sembari menambahkan bahwa negara-negara lain perlu mendorong lebih banyak pelajarnya untuk belajar di China, terutama di jurusan seperti matematika.Lebih lanjut Rizal menuturkan bahwa China, sebagai mitra dagang terbesar dan sumber investasi utama bagi Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ke depannya, dia menyoroti tiga bidang utama untuk meningkatkan kolaborasi China-Indonesia, termasuk perlunya peningkatan investasi di sektor manufaktur Indonesia, bantuan China dalam membantu Indonesia menemukan pasar baru, serta akselerasi kerja sama sumber daya manusia dan teknologi."Investasi China di Indonesia meningkat, tetapi belum signifikan di sektor manufaktur. Sebagian besar di pertambangan dan industri berat. Namun, sektor manufaktur sangat penting bagi Indonesia dan kita perlu meningkatkan kemampuan manufaktur kita. Ini harus menjadi topik diskusi utama antara Indonesia dan China," paparnya.
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 9 Mei 2024 ini menunjukkan sebuah kapal kargo sedang merapat ke terminal peti kemas di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Geng Yuhe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dalam tiga bulan 340 ribu warga Indonesia tunaikan umroh
Indonesia
•
07 Dec 2019

Indonesia terbitkan surat utang negara Yen Jepang senilai 13,21 triliun rupiah
Indonesia
•
24 May 2021

Korban meninggal akibat letusan Semeru jadi 48 jiwa
Indonesia
•
14 Dec 2021

Wilayah pesisir Indonesia bagian timur berpotensi tsunami pascagempa Rusia
Indonesia
•
30 Jul 2025


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
