
Perang dengan Iran ancam perekonomian AS

Foto yang diabadikan pada 1 Mei 2023 ini menunjukkan petunjuk nama di kantor pusat JPMorgan Chase & Co. di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Michael Nagle)
Perang dengan Iran mengancam perekonomian Amerika Serikat, dengan potensi guncangan harga minyak dan komoditas yang signifikan dan berkelanjutan, serta perubahan pada rantai pasokan global.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Kepala sekaligus CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menyoroti risiko yang dihadapi perekonomian Amerika Serikat (AS) akibat perang yang sedang berlangsung dengan Iran dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham pada Senin (6/4).
"Saat ini, akibat perang di Iran, kita juga menghadapi potensi guncangan harga minyak dan komoditas yang signifikan dan berkelanjutan, serta perubahan pada rantai pasokan global, yang dapat menyebabkan inflasi lebih 'membandel' (sulit turun) dan pada akhirnya suku bunga lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar saat ini," ujar Dimon.
Selain menempatkan perang di Iran sebagai salah satu tantangan utama, eksekutif perbankan berpengalaman itu juga menyebut risiko-risiko dari tingginya defisit dan utang negara secara global, harga aset yang melonjak dengan selisih suku bunga kredit rendah, serta ketegangan perdagangan, di antara faktor-faktor lainnya.
Dia menambahkan bahwa perekonomian AS telah didorong oleh besarnya belanja defisit pemerintah serta stimulus sebelumnya, dan bahwa peningkatan pengeluaran untuk infrastruktur masih menjadi kebutuhan yang terus meningkat.
Surat itu juga mencatat bahwa JPMorgan Chase membukukan pendapatan sebesar 185,6 miliar dolar AS dan laba bersih sebesar 57 miliar dolar AS pada 2025.
*1 dolar AS = 17.084 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekonom Indonesia sebut target ASEAN untuk tingkatkan otonomi moneter cerminkan tren dedolarisasi
Indonesia
•
06 Apr 2023

PetroChina Xinjiang Oilfield capai rekor tertinggi ‘output’ minyak mentah, gas alam
Indonesia
•
23 Dec 2022

Distrik Gwadar Pakistan berperan sebagai pusat perdagangan dan investasi di bawah CPEC
Indonesia
•
01 Nov 2022

Marcos: Pertumbuhan ekonomi Filipina kemungkinan capai 6-7 persen pada 2023
Indonesia
•
13 Jan 2024


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
