
Rumania keluarkan peringatan terkait gelombang panas ekstrem dan cuaca buruk

Seorang pria mengendarai sepeda di dekat air mancur di sebuah taman yang berada di Bucharest, Rumania, pada 17 Juli 2024. (Xinhua/Cristian Cristel)
Peringatan terkait gelombang panas ekstrem dan ketidakstabilan atmosfer di seluruh Rumania dikeluarkan pada Rabu (21/8), dengan Bucharest menghadapi suhu hingga 39 derajat Celsius selama tiga hari ke depan.
Bucharest, Rumania (Xinhua/Indonesia Window) – Peringatan terkait gelombang panas ekstrem dan ketidakstabilan atmosfer di seluruh Rumania dikeluarkan pada Rabu (21/8), dengan Bucharest menghadapi suhu hingga 39 derajat Celsius selama tiga hari ke depan.Mulai Rabu hingga Jumat (23/8) pagi waktu setempat, warga ibu kota Rumania tersebut akan mengalami rasa ketidakpuasan termal (thermal discomfort) yang tinggi, ungkap Administrasi Meteorologi Nasional (National Meteorological Administration/ANM) Rumania. Indeks suhu-kelembapan (temperature-humidity index/THI) juga diperkirakan akan melampaui 80 unit.Gelombang panas tersebut akan bergerak ke arah selatan pada Kamis (22/8), dengan badai yang berdampak terhadap daerah Utara dan Barat.Pada Rabu, peringatan panas Kode Oranye diberlakukan di Crisana utara, Maramures, Transylvania tengah dan barat laut, Moldova timur laut, serta Muntenia selatan dan tengah.Selain itu, 11 county di Banat, Crisana, Maramures, dan Transylvania berada di bawah peringatan Kode Kuning terkait ketidakstabilan atmosfer hingga Kamis malam waktu setempat. Hujan deras, angin kencang, badai petir, dan hujan es terisolasi (isolated hail) diprediksi akan terjadi, dengan akumulasi air berpotensi melampaui 50 liter per meter persegi.ANM menyebutkan bahwa gelombang panas akan terus berlanjut di daerah selatan dan tenggara hingga akhir pekan ini, dan akan menyebar ke sebagian besar wilayah lain di Rumania.Para dokter menyarankan agar pasien penderita penyakit kronis dan warga lanjut usia menghindari paparan sinar matahari berkepanjangan, serta membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafeina selama gelombang panas melanda.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wabah hantavirus di kapal pesiar disebabkan virus Andes
Indonesia
•
08 May 2026

Feature – Mau anak lebih cerdas, ajari bahasa ibu sejak dini
Indonesia
•
06 Apr 2026

Survei: Lebih dari 10 persen anak-anak Jepang pengidap penyakit otak terkait COVID-19 meninggal
Indonesia
•
27 Mar 2023

Survei ungkap warga kulit hitam AS nilai kapitalisme cenderung negatif
Indonesia
•
10 Mar 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
