
Perkakas batu periode Paleolitikum ditemukan di Mongolia Dalam, China utara

Foto yang diabadikan pada 28 Desember 2022 ini menunjukkan sejumlah stoneware yang ditemukan di Kota Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua)
Perkakas batu periode Paleolitikum yang berasal dari 45.000 hingga 70.000 tahun silam ditemukan di Kota Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, berupa peralatan bifasial dan pengikis yang jarang terlihat di China.
Hohhot, China (Xinhua) – Para arkeolog menemukan hampir 10.000 perkakas batu (stoneware) yang berasal dari 45.000 hingga 70.000 tahun silam, di Kota Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.Temuan-temuan ini dihasilkan dari proyek arkeologis selama tiga bulan di lembah Sungai Ulan Murin timur pada 2022. Temuan ini dirilis bersama oleh Sekolah Sosiologi dan Antropologi di bawah Universitas Sun Yat-sen serta Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Ordos.Stoneware yang digali tersebut, termasuk bongkahan batu (cores), kepingan batu (flakes), pengikis batu (scrapers), dan sejumlah peralatan tajam, ditemukan di sebanyak 99 situs Paleolitikum.Liu Yang, kepala proyek arkeologis tersebut, mengatakan bahwa artefak-artefak batu itu terpelihara dengan baik, sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi umur material tersebut. Terdapat dua jenis stoneware yang dibuat dengan sangat baik di antara artefak itu, yakni peralatan bifasial dan pengikis, yang jarang terlihat di China.Para arkeolog percaya bahwa penemuan perkakas batu periode Paleolitikum tersebut penting untuk mempelajari perkembangan budaya Paleolitikum dan aktivitas manusia purba di wilayah ini.Para arkeolog pertama kali menemukan 77 situs Paleolitikum di cekungan Sungai Ulan Murin pada 2011, mengumpulkan hampir 2.000 stoneware dan sejumlah fosil hewan dalam prosesnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vietnam uji vaksin pada monyet
Indonesia
•
03 Nov 2020

Peneliti kembangkan plester untuk organ tubuh, fasilitasi pengantaran obat
Indonesia
•
05 May 2025

Tim insinyur China rancang robot inovatif yang lepas landas seperti burung
Indonesia
•
23 Sep 2025

Mayoritas warga Singapura gunakan ‘chatbot’ AI untuk tugas, bukan pertemanan
Indonesia
•
22 Jan 2026


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
