Perpustakaan Nasional China rilis basis data buku-buku kuno

Sebuah buku kuno dipamerkan di Museum Shenzhen di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 28 November 2020. Sebanyak 124 set buku kuno langka dipertunjukkan dalam pameran tersebut. (Xinhua/Mao Siqian)
Perpustakaan Nasional China dan Pusat Riset Humaniora Digital Universitas Peking, mengembangkan Basis Data Gambar Berdefinisi Tinggi Ensiklopedia Yongle dan Basis Pengetahuan Direktori Buku Kuno Langka Nasional yang saat ini dapat diakses secara bebas oleh publik untuk referensi.
Beijing, China (Xinhua) – Dua basis data (database) untuk penyebaran dan studi buku-buku kuno dirilis di Perpustakaan Nasional China di Beijing pada Rabu (8/2), mendorong pemanfaatan sumber daya kultural dengan teknologi canggih.Dikembangkan bersama oleh Perpustakaan Nasional China dan Pusat Riset Humaniora Digital Universitas Peking, Basis Data Gambar Berdefinisi Tinggi Ensiklopedia Yongle dan Basis Pengetahuan Direktori Buku Kuno Langka Nasional saat ini dapat diakses secara bebas oleh publik untuk referensi.Basis Data Gambar Berdefinisi Tinggi Ensiklopedia Yongle bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran publik dan studi profesional tentang ensiklopedia kuno yang luar biasa, ‘Yongle Dadian’, yang diperintahkan oleh Kaisar Yongle pada 1403.Berdasarkan gambar-gambar berdefinisi tinggi, basis data tersebut mengadopsi teknik GIS dan teknik restorasi tiga dimensi untuk menampilkan dengan jelas penjilidan dan tata letak ensiklopedia, serta keberadaan volume-volume yang ada, menurut Wei Chong, Direktur Perusahaan Penerbitan Perpustakaan Nasional China.Basis Pengetahuan Direktori Buku Kuno Langka Nasional mengumpulkan katalog-katalog buku kuno dalam direktori tersebut, beserta sejumlah besar gambar dan keterangannya.Basis pengetahuan itu menawarkan tampilan visual dari katalog-katalog tersebut menggunakan teknologi digital, termasuk memetakan domain pengetahuan dan teknik GIS, yang memungkinkan para pembaca untuk melihat dengan lebih jelas distribusi geografis buku-buku kuno dan hubungan kompleks antarkarakter.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dosen Indonesia di China lihat kerja sama China-ASEAN semakin dalam
Indonesia
•
14 Sep 2022

Brasil kerahkan kapal induk terbesar untuk bantu korban longsor
Indonesia
•
24 Feb 2023

IFRC terus berikan bantuan kepada warga Afghanistan yang terdampak gempa
Indonesia
•
17 Oct 2023

Lebih dari 32.700 migran tewas di Mediterania sejak 2014
Indonesia
•
04 Oct 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
