
Presiden Dewan Eropa: Israel "harus" cabut blokade Gaza dan izinkan bantuan tanpa hambatan

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa berbicara dalam konferensi pers usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa di Brussel, Belgia, pada 19 Desember 2024. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Israel harus mencabut blokade Gaza dan mengizinkan akses kemanusiaan yang "segera, aman dan tanpa hambatan".
Brussel, Belgia (Xinhia/Indonesia Window) – Presiden Dewan Eropa Antonio Costa pada Senin (26/5) mendesak Israel untuk mencabut blokade Gaza dan mengizinkan akses kemanusiaan yang "segera, aman dan tanpa hambatan", setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.Dalam unggahannya di platform media sosial X, Costa mengatakan bahwa dia telah menyampaikan "keprihatinan yang mendalam" terkait situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Gaza dan kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat.
Asap membubung pascaserangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 24 Mei 2025. Sedikitnya 32 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di beberapa wilayah di Jalur Gaza pada Sabtu (24/5), menurut Pertahanan Sipil Gaza. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Israel harus mencabut blokade
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO serukan bantuan kemanusiaan darurat untuk Gaza
Indonesia
•
11 Dec 2023

Kebakaran hutan di Spanyol hanguskan 4.000 hektare lahan, 1.500 warga mengungsi
Indonesia
•
28 Mar 2023

‘Long COVID’ bertanggung jawab atas sepertiga pekerjaan yang tidak terisi di AS
Indonesia
•
31 Aug 2022

COVID-19 - UEA distribusi seribu ton alat pelindung bagi 1 juta tenaga medis dunia
Indonesia
•
30 Jun 2020


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
