Israel dan Hamas rampungkan gelombang kedua pertukaran tahanan-sandera

Seorang anak pengungsi terlihat di sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 15 November 2023. (Xinhua/Khaled Omar)
Pertukaran tahanan-sandera antara Hamas dan Israel dilakukan di bawah kesepakatan gencatan senjata, dengan Israel membebaskan 39 warga Palestina, yang terdiri dari enam wanita dan 33 anak di bawah umur, dari dua penjara.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Sekitar 30-an tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel tiba di Tepi Barat pada Ahad (26/11), menyusul pembebasan 17 sandera oleh Hamas dalam gelombang kedua pertukaran tahanan-sandera di bawah kesepakatan gencatan senjata.Pada Sabtu (25/11) malam, Israel menerima gelombang kedua sandera yang dibebaskan dari Jalur Gaza, yang meliputi 13 warga Israel dan empat warga Thailand, yang telah menyeberang ke Mesir dan saat itu dalam perjalanan ke Israel, demikian dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah unggahan di akun media sosial X."Setelah menjalani pemeriksaan medis awal, mereka akan terus didampingi oleh tentara IDF saat menuju rumah sakit di Israel, tempat mereka akan bertemu kembali dengan keluarga mereka," kata IDF.Dalam pernyataan terbarunya pada Ahad, Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan bahwa keempat warga Thailand tersebut dalam kondisi sehat."Mereka semua aman, secara keseluruhan dalam kondisi kesehatan mental yang baik dan dapat berbicara dengan normal," kata sang perdana menteri melalui media sosial X.Sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tahanan-sandera dengan Hamas, Israel membebaskan 39 warga Palestina, yang terdiri dari enam wanita dan 33 anak di bawah umur, dari dua penjara, lapor kantor berita Palestina WAFA pada Ahad.Pertukaran itu dijadwalkan pada Sabtu sekitar pukul 16.00 waktu setempat (21.00 WIB). Pelaksanaannya tertunda selama beberapa jam setelah Hamas menuduh Israel gagal memenuhi persyaratan perjanjian gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari itu, yang disepakati oleh kedua pihak pada Rabu (22/11) setelah konflik berdarah selama lebih dari enam pekan.Seorang sumber Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa Hamas mengharapkan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam "jumlah besar" ke Gaza City dan seluruh wilayah lainnya di sebelah utara Jalur Gaza, alih-alih penyaluran pasokan ke bagian selatan Jalur Gaza saja.
Seorang warga Palestina memeriksa kerusakan di kamp pengungsi Balata di wilayah timur Kota Nablus, Tepi Barat, pada 18 November 2023. (Xinhua/Ayman Nobani)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Paket sanksi ke-9 berlaku, Rusia perluas daftar larangan masuk bagi warga dan pejabat UE
Indonesia
•
18 Jan 2023

Asap kebakaran hutan di Alberta selimuti sebagian besar wilayah Kanada
Indonesia
•
12 May 2023

Mantan PM Lebanon didakwa dalam penyelidikan insiden ledakan pelabuhan Beirut
Indonesia
•
25 Jan 2023

Hamas tembakkan roket ke Israel saat IDF perluas operasi darat di Gaza
Indonesia
•
21 Mar 2025
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
