
Pertumbuhan ASEAN+3 diprediksi melambat ke 4 persen pada 2026-2027

Foto yang diabadikan pada 9 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan kota di Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)
Pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN Plus Tiga (ASEAN+3), yang meliputi negara-negara anggota ASEAN plus China, Jepang, dan Korea Selatan, diperkirakan akan melambat menjadi 4 persen pada 2026 dan 2027, dari sebelumnya 4,3 persen pada 2025.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN Plus Tiga (ASEAN+3), yang meliputi negara-negara anggota ASEAN plus China, Jepang, dan Korea Selatan, diperkirakan akan melambat menjadi 4 persen pada 2026 dan 2027, dari sebelumnya 4,3 persen pada 2025, demikian disampaikan oleh Kantor Riset Ekonomi Makro ASEAN Plus Tiga (ASEAN+3 Macroeconomic Research Office/AMRO) yang berbasis di Singapura pada Senin (6/4).
AMRO menyebutkan melemahnya permintaan eksternal sebagai faktor utama, seiring mulai berlakunya kenaikan tarif global dan sektoral yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS). Penerapan tarif secara luas diperkirakan akan menghambat permintaan AS, yang secara langsung membebani ekspor regional dan secara tidak langsung memperlambat perdagangan global.
Pertumbuhan perdagangan global juga diperkirakan akan melambat pada 2026 setelah penimbunan barang akibat tarif pada 2025. Adaptasi kalangan bisnis terhadap tarif, ditambah dengan penataan ulang rantai pasokan yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian kebijakan, kemungkinan besar akan menurunkan efisiensi perdagangan dan menaikkan biaya produksi.
Namun, investasi di bidang teknologi memberikan penyeimbang, di mana permintaan ekspor untuk semikonduktor dan produk elektronik didukung oleh proyek-proyek kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data yang sedang berjalan, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan pada 2025.
"Permintaan domestik diperkirakan akan tetap menjadi jangkar pertumbuhan, dengan momentum investasi yang berlanjut hingga 2026 dan kondisi pasar tenaga kerja yang sehat mendukung konsumsi swasta," imbuh AMRO.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump sebut AS sepakat tangguhkan pemberlakuan tarif terhadap Meksiko selama sebulan
Indonesia
•
06 Feb 2025

IMF sebut siap bantu rencana pemulihan utang Zimbabwe
Indonesia
•
11 Dec 2023

Teknologi ‘Carbon Capture Storage’ kunci keberlanjutan industri migas di era transisi energi
Indonesia
•
21 May 2025

OPEC pangkas proyeksi permintaan minyak global 2024 dan 2025 selama 5 bulan beruntun
Indonesia
•
13 Dec 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
