
Produksi energi terbarukan pasok 30 persen listrik global pada 2023

Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Juli 2023 ini menunjukkan turbin angin 16 megawatt di pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Fujian yang dioperasikan oleh China Three Gorges Corporation di lepas pantai Provinsi Fujian, China tenggara. (Xinhua/China Three Gorges Corporation)
Pertumbuhan listrik tenaga surya dan angin mendorong produksi energi terbarukan yang kini mencapai rekor 30 persen dari produksi listrik global pada tahun 2023.
Jakarta (Indonesia Window) – Pertumbuhan listrik tenaga surya dan angin mendorong produksi energi terbarukan yang kini mencapai rekor 30 persen dari produksi listrik global pada tahun 2023. Angka ini menempatkan target global untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030, menurut sebuah laporan dari lembaga pemikir Ember.Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi di sektor ketenagalistrikan dipandang penting untuk memenuhi target iklim global. Lebih dari 100 negara pada KTT iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), tahun lalu sepakat untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030.Tinjauan Listrik Global yang dilakukan Ember menunjukkan sumber energi terbarukan menyediakan 30,3 persen listrik global pada tahun lalu, naik dari 29,4 persen pada tahun 2022 seiring dengan pertumbuhan proyek, khususnya tenaga surya, dan peningkatan kapasitas.“Peningkatan kapasitas tenaga surya yang terjadi pada tahun 2023 benar-benar membuka kemungkinan bahwa kita dapat mencapai tingkat energi terbarukan tersebut pada tahun 2030, dan peningkatan kapasitas tiga kali lipat seperti yang dijanjikan pada COP28,” kata direktur wawasan global Ember, Dave Jones, dalam sebuah wawancara.Lebih dari separuh penambahan kapasitas tenaga surya dan angin secara global terjadi di China pada tahun lalu, kata laporan itu, dengan total pembangkit tenaga surya global meningkat 23,2 persen dan tenaga angin meningkat 9,8 persen.Pakar industri mengatakan permasalahan seputar sambungan jaringan listrik dan perizinan untuk proyek-proyek baru perlu diselesaikan agar target dapat tercapai.Laporan tersebut memperkirakan pertumbuhan energi terbarukan yang berkelanjutan akan menyebabkan produksi listrik berbahan bakar fosil turun sebesar 2 persen pada tahun 2024 dan mendorong produksi listrik berbahan bakar fosil secara keseluruhan menjadi kurang dari 60 persen produksi listrik global untuk pertama kalinya setidaknya sejak tahun 2000, ketika data Ember dimulai.“Penurunan permanen penggunaan bahan bakar fosil di sektor ketenagalistrikan pada tingkat global kini tidak dapat dihindari, sehingga menyebabkan penurunan emisi sektor ini,” kata laporan tersebut.Sumber: ReutersLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inovasi IVD di Indonesia diperkuat dengan kerja sama Fapon dan Bio Farma
Indonesia
•
09 Dec 2025

Pejabat China sebut negaranya punya banyak kondisi menguntungkan untuk tarik investasi asing
Indonesia
•
19 Dec 2023

Presiden Brasil sebut kebijakan dagang AS "tidak akan berhasil", tuding Trump coba tentukan aturan global
Indonesia
•
09 Apr 2025

Fokus Berita – Produsen kapal China ‘berlayar cepat’ di tengah meningkatnya permintaan
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
