
Perubahan tarif akan tambah 1,1 triliun dolar AS ke defisit anggaran AS dalam 10 tahun

Foto yang diabadikan pada 15 April 2026 ini menunjukkan Pelabuhan New York dan New Jersey, yang berfungsi sebagai gerbang penting bagi perdagangan dan pusat logistik utama untuk wilayah Timur Laut Amerika Serikat (AS), di New York, AS. (Xinhua/Zhang Fengguo)
AS membukukan defisit anggaran federal sebesar 1,16 triliun dolar AS pada paruh pertama tahun fiskal 2026 yang dimulai dari 1 Oktober 2025, dan total utang publik outstanding AS mencapai 38,95 triliun dolar AS.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Penyesuaian terbaru tarif Amerika Serikat (AS) dapat menambah defisit anggaran federal sebesar 1,1 triliun dolar AS selama periode 10 tahun, demikian menurut Phillip Swagel, direktur Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO).
*1 dolar AS = 17.321 rupiah
Keputusan terbaru Mahkamah Agung AS yang membatalkan kemampuan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif dengan mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA) saja akan menambah defisit sebesar 2 triliun dolar AS selama satu dasawarsa, kata Swagel pada Senin (27/4) dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
Langkah pemerintahan Trump untuk mengganti tarif IEEPA dengan langkah perdagangan lainnya akan menambah hingga 800 miliar sampai 900 miliar dolar AS, hampir setengah dari pendapatan yang hilang akibat putusan tersebut, ungkap Swagel.
"Defisit selama 10 tahun akan sekitar 1,1 triliun dolar AS lebih tinggi karena dampak dari Mahkamah Agung menghapus beberapa tarif dan pemerintah kembali menerapkan beberapa tarif," ujarnya.
Sulit untuk menentukan angka defisit yang pasti hingga proses selesai, karena pemerintah federal memiliki banyak kewenangan untuk memberlakukan tarif baru dan mengubah-ubahnya, tambah Swagel.
Dampak terhadap harga energi dari perang melawan Iran mengimbangi dorongan terhadap perekonomian dari pemotongan pajak yang diterapkan pada 2025, tuturnya.
AS membukukan defisit anggaran federal sebesar 1,16 triliun dolar AS pada paruh pertama tahun fiskal 2026 yang dimulai dari 1 Oktober 2025, dan total utang publik outstanding AS mencapai 38,95 triliun dolar AS per Jumat (24/4), tunjuk data yang dirilis pemerintah AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China kirimkan ‘batch’ pertama UAV sipil besar hasil produksi massal dalam negeri
Indonesia
•
22 Jan 2025

Wadah pemikir PIIE di Washington perkirakan AS alami resesi ringan pada 2023
Indonesia
•
07 Oct 2022

‘Output’ batu bara China naik pada Desember 2022
Indonesia
•
25 Jan 2023

Insider: Raksasa-raksasa bisnis waspadai resesi AS
Indonesia
•
22 Nov 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
