
Perusahaan robot humanoid China resmi ekspansi ke Indonesia

Robot humanoid menyapa para hadirin dalam Konferensi Mitra AGIBOT Indonesia (AGIBOT Partner Conference Indonesia) 2026 di Jakarta pada 9 Juni 2026. (Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kecerdasan buatan berwujud (embodied AI) China, AGIBOT, pada Selasa (9/6) menggelar konferensi mitra pertamanya di Indonesia, yang secara resmi meluncurkan ekspansi pasarnya di Tanah Air serta memamerkan berbagai robot humanoid dan solusi yang terlokalisasi, menarik perhatian para pejabat pemerintah dan perwakilan industri.
Achmad Adhitya, staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), mengatakan masa depan telah tiba, seraya mengungkapkan teknologi robotika bukan lagi sekadar konsep yang jauh namun dengan cepat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Kita harus menyiapkan diri untuk era robotika mendatang," ujar Achmad, sembari menambahkan bahwa AGIBOT diharapkan dapat menjadi salah satu pelopor industri robot humanoid di Indonesia serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi dan sosial di negara ini.
Aju Widya Sari, direktur Kecerdasan Buatan dan Ekosistem Teknologi Baru di Kementerian Komunikasi dan Digital RI, berharap AGIBOT dapat membantu memajukan kerja sama penelitian ilmiah, pengembangan talenta, serta inovasi kolaboratif antara industri, akademisi, dan pemerintah.
Dandy Yudha Feryawan, direktur Teknologi Digital Baru di Kementerian Ekonomi Kreatif RI, menuturkan masuknya AGIBOT ke Indonesia tidak hanya akan menghadirkan berbagai teknologi dan produk canggih, tetapi juga memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengembangan talenta.
Indonesia bukan hanya perekonomian terbesar di ASEAN, namun juga salah satu pasar strategis paling dinamis bagi industri AI berwujud global, tutur Deng Feng, presiden AGIBOT untuk kawasan Timur Tengah dan Asia-Pasifik.
Dia memaparkan perusahaannya berencana memperkenalkan model Robot-sebagai-Layanan (Robot-as-a-Service/RaaS) milik mereka di Indonesia sembari mendorong berbagai solusi terlokalisasi dan memperluas penerapannya di berbagai sektor.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memajukan strategi ‘Making Indonesia 4.0’, mengidentifikasi kecerdasan buatan sebagai bidang prioritas untuk dikembangkan.
Dalam konferensi tersebut, beberapa robot humanoid mendemonstrasikan sejumlah kemampuan termasuk mobilitas otonomos, interaksi manusia-mesin, dan pelaksanaan tugas.
AGIBOT mengatakan bahwa produk-produknya dibangun berdasarkan arsitektur terintegrasi yang menggabungkan kecerdasan gerak, kecerdasan interaktif, dan kecerdasan operasional, dengan berbagai penerapan yang mencakup manufaktur industri, layanan komersial, penelitian ilmiah, dan pendidikan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekspor kain Indonesia meningkat, capai 146,5 juta dolar AS pada kuartal I 2022
Indonesia
•
15 Jun 2022

Atasi lonjakan harga bahan bakar, Thai AirAsia kurangi jadwal penerbangan hingga 30 persen
Indonesia
•
30 Apr 2026

Operator Jalur Kereta China-Laos diimbau antisipasi arus wisatawan
Indonesia
•
02 Mar 2023

Chery Indonesia gelontorkan Rp100 miliar untuk permudah masyarakat miliki EV
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
