
Siemens Healthineers akan perluas litbang dan produksi di Shenzhen China

Foto yang diabadikan pada 6 November 2021 menunjukkan sebuah perangkat PET/CT Siemens di Area Ekshibisi Produk Peralatan Medis dan Perawatan Kesehatan dalam Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ke-4 di Shanghai, China timur. (Xinhua/Zhang Yuwei)
Perusahaan teknologi kesehatan Jerman Siemens Healthineers menjanjikan investasi tambahan sebesar lebih dari 1 miliar yuan untuk mendirikan tempat penelitian dan manufaktur canggih di Shenzhen, pusat teknologi China.
Shenzhen, China (Xinhua) – Perusahaan teknologi kesehatan Jerman Siemens Healthineers pada Senin (22/5) menjanjikan investasi tambahan sebesar lebih dari 1 miliar yuan untuk mendirikan tempat penelitian dan manufaktur canggih di Shenzhen, pusat teknologi China.Fasilitas ini akan menjadi tempat penelitian dan pengembangan (litbang) serta produksi kedua milik Siemens Healthineers di Shenzhen, menurut perusahaan tersebut."China sangat penting bagi Siemens Healthineers. Melalui kecerdasan teknologi dan keterbukaannya terhadap kemitraan dan inovasi, China telah dan akan terus menjadi pendorong inovasi strategis bagi kami secara lokal, maupun secara global," kata Bernd Montag, CEO Siemens Healthineers."Keputusan kami untuk berinvestasi dalam sebuah pusat penelitian serta produksi di Shenzhen membuktikan kapasitas inovatif dan semangat kepeloporan Shenzhen," ujar Montag.Siemens Healthcare membangun basis pertamanya di Shenzhen pada 2002, dan sejak saat itu menjadi salah satu pusat penelitian dan manufaktur terbesar perusahaan tersebut. Bisnisnya meliputi sistem resonansi magnetik, sistem angiografi, dan komponen elektronik medis.*1 yuan = 2.126 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UE kritik tarif AS, janji beri respons tegas jika "jadi sasaran"
Indonesia
•
04 Feb 2025

Kanada akan danai produksi bahan baterai untuk kendaraan listrik Ford
Indonesia
•
22 Aug 2023

‘E-Commerce’ berkembang pesat di Kamboja
Indonesia
•
27 Feb 2025

Survei Pertamina di Indramayu targetkan 180 MMSTB cadangan migas
Indonesia
•
27 Aug 2020


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
