
Pesawat eksperimental NASA X-70 mampu angkut muatan 907 kilogram dan terbang 2.778 kilometer

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – NASA pada Rabu (4/11) mengumumkan pesawat eksperimental terbarunya, X-70 Fractal, untuk mempercepat pengembangan dan pengujian teknologi penerbangan tingkat lanjut.
Pesawat tersebut diperkenalkan dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Kennedy Space Center NASA di Florida.
Pesawat berawak X-70 dilengkapi dengan teknologi kontrol penerbangan canggih yang dapat dikonfigurasi ulang secara cepat.
Dengan pesawat ini, NASA akan dapat mengeksplorasi kemampuan manuver pesawat dengan cara-cara yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya dalam penerbangan berawak, ungkap badan antariksa tersebut.
Pesawat itu juga mampu mengangkut muatan eksperimental hingga 907 kilogram di lokasi internal dan eksternal, sehingga memungkinkan berbagai peluang penelitian dan uji terbang, ungkap NASA.
"X-70 Fractal memberi NASA sebuah platform berawak yang berkinerja tinggi untuk menguji kontrol penerbangan canggih, kemampuan manuver, serta teknologi mutakhir lainnya dalam penerbangan nyata," kata Administrator NASA Jared Isaacman.
Dia menyebutkan bahwa pesawat itu diperkirakan akan melakukan penerbangan perdananya di bawah bendera NASA dalam dua tahun ke depan.
X-70 memiliki berat lepas landas 4.536 kilogram dan dirancang untuk menjelajah pada kecepatan Mach 0,75, mencapai ketinggian hingga 13,7 kilometer, serta memiliki jangkauan operasional melebihi 2.778 kilometer.
Dengan kemampuan-kemampuan ini, NASA akan dapat melakukan penelitian penerbangan yang menantang di berbagai kondisi pengoperasian.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Laboratorium China ciptakan mesin pembuat batu bata di Bulan
Indonesia
•
30 Jul 2025

Robot pintar bantu pengendalian virus di Masjidil Haram
Indonesia
•
07 Oct 2020

COVID-19 – Pusat Penelitian Rusia terima paten vaksin
Indonesia
•
02 Oct 2020

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026


Berita Terbaru

Dari Palung Jawa hingga polusi plastik: Potensi kerja sama riset laut dalam Indonesia-China tak terbatas
Indonesia
•
06 Nov 2026

Replika digital tubuh manusia bantu prediksi penyakit dan personalisasi pengobatan
Indonesia
•
07 Nov 2026

Feature – AI jadi tempat curhat baru, psikolog ingatkan risiko isolasi sosial dan salah diagnosis
Indonesia
•
07 Nov 2026

Astronaut lakukan ‘spacewalk’ untuk pasang panel surya gulung terakhir, Stasiun Luar Angkasa Internasional kini hasilkan listrik 215 kilowatt
Indonesia
•
06 Nov 2026
