
Pfizer sebut data uji klinis vaksin RSV menjanjikan

Foto yang diabadikan pada 23 Agustus 2021 ini menunjukkan papan nama Pfizer di Kantor Pusat Internasional Pfizer di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Michael Nagle)
Uji klinis vaksin RSV oleh Pfizer menunjukkan kemanjuran vaksin ini terhadap penyakit saluran pernapasan bawah parah yang dirawat secara medis pada bayi sejak lahir hingga 90 hari pertama kehidupan teramati sebesar 81,8 persen.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Pfizer mengumumkan data yang menjanjikan dari uji klinis vaksin respiratory syncytial virus (RSV) buatannya, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun ini.Kandidat vaksin prefusi RSV bivalen tersebut, yang diberi nama PF-06928316, diberikan kepada para partisipan uji klinis, yakni wanita-wanita hamil, untuk membantu melindungi bayi mereka dari penyakit RSV setelah lahir.Kemanjuran vaksin terhadap penyakit saluran pernapasan bawah parah yang dirawat secara medis akibat RSV pada bayi sejak lahir hingga 90 hari pertama kehidupan teramati sebesar 81,8 persen, dengan tingkat kemanjuran tinggi sebesar 69,4 persen ditunjukkan selama enam bulan pertama kehidupan, sebut Pfizer pada Selasa (1/11).Menurut Pfizer, vaksin ini dapat ditoleransi dengan baik tanpa masalah keamanan bagi individu-individu yang disuntik vaksin maupun bayi mereka yang baru lahir.Pfizer berencana akan mengajukan permohonan regulasi pertamanya ke FDA pada akhir 2022.Jika disetujui, kandidat vaksin RSV buatan Pfizer ini akan menjadi vaksin maternal pertama yang tersedia untuk membantu mencegah penyakit pernapasan umum yang berpotensi mengancam nyawa bayi usia dini tersebut.Darurat kesehatan
Orange County, sebuah wilayah di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS) bagian barat, dengan penduduk lebih dari 3,8 juta jiwa, telah mengeluarkan deklarasi keadaan darurat kesehatan akibat melonjaknya kasus infeksi respiratory syncytial virus (RSV).Petugas kesehatan Orange County mengumumkan deklarasi darurat kesehatan pada Senin (31/10) akibat infeksi virus yang menyebar dengan cepat menyebabkan angka rawat inap anak dan kunjungan harian instalasi gawat darurat (IGD) mencatat rekor tertinggi, menurut sebuah pernyataan dari Badan Perawatan Kesehatan Orange County.“Selain itu, penetapan keadaan darurat setempat telah diumumkan, yang memungkinkan county tersebut mengakses sumber daya negara bagian dan federal untuk mengatasi situasi dan mencari bantuan timbal balik dari county sekitarnya,” tambah pernyataan itu.Respiratory syncytial virus (RSV) merupakan virus pernapasan umum yang biasanya menyebabkan gejala ringan seperti pilek, namun sangat berbahaya bagi anak usia di bawah dua tahun mengingat mereka memiliki saluran pernapasan yang lebih kecil dan lebih mudah dipenuhi lendir, serta paru-paru yang membutuhkan lebih banyak dukungan untuk bernapas, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Deklarasi darurat kesehatan oleh Orange County itu dikeluarkan empat hari setelah CDC AS menyebut bahwa infeksi RSV sedang melonjak di beberapa wilayah AS.Kanal ABC News pekan lalu memperingatkan bahwa karena kasus RSV dan virus pernapasan lainnya telah menyebar ke seluruh negeri, banyak rumah sakit di beberapa negara bagian beroperasi dengan kapasitas yang hampir penuh.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Warga Suriah tercekam saat Israel lancarkan serangan intens di Provinsi Hama
Indonesia
•
11 Sep 2024

COVID-19 – Taiwan kenalkan asuransi kesehatan untuk pekerja migran
Indonesia
•
17 Nov 2021

Korban tewas kecelakaan bus migran di Meksiko selatan bertambah jadi 17 orang
Indonesia
•
21 Feb 2023

Pemerintah Saudi tetapkan denda 7,6 juta rupiah jika alat cukur sekali pakai digunakan kembali
Indonesia
•
11 Jan 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
