
PM baru Prancis paparkan kebijakan tentang prioritas nasional

Perdana Menteri Prancis Michel Barnier yang baru dilantik berpidato dalam upacara serah terima jabatan di Hotel Matignon di Paris, Prancis, pada 5 September 2024. (Xinhua/Henri Szwarc)
PM Prancis Michel Barnier mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan untuk memperketat penerbitan visa bagi negara-negara yang enggan mengeluarkan laissez-passer (izin masuk) untuk memulangkan warga negaranya yang dideportasi.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Prancis Michel Barnier pada Selasa (1/10) menyampaikan pidato komprehensif selama satu setengah jam di Majelis Nasional, memaparkan prioritas utama pemerintahannya termasuk pengurangan defisit publik, reformasi imigrasi, dan kebijakan pensiun.Barnier menetapkan target ambisius untuk defisit publik Prancis, yang menargetkan untuk menurunkan defisit menjadi 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025 dari defisit 6 persen tahun ini, dan kembali turun ke angka 3 persen pada 2029.Untuk mencapai tujuan tersebut, Barnier berjanji akan memangkas belanja publik dan memperkenalkan skema belanja publik yang lebih "efektif."Dia juga menyerukan upaya pajak tambahan, dengan perusahaan besar dan sangat besar yang menghasilkan laba signifikan harus memberikan kontribusi lebih banyak "tanpa mengorbankan daya saing" Prancis.Kaum terkaya di Prancis juga akan menjadi sasaran untuk "kontribusi luar biasa," imbuhnya.Menyusul kasus pembunuhan seorang pelajar muda oleh seorang imigran ilegal yang seharusnya dideportasi dari Prancis, Barnier mengakui di Majelis Nasional bahwa kebijakan migrasi dan integrasi Prancis tidak lagi dikelola "secara memuaskan."Barnier mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan untuk memperketat penerbitan visa bagi negara-negara yang enggan mengeluarkan laissez-passer (izin masuk) untuk memulangkan warga negaranya yang dideportasi.
Perdana menteri (PM) Prancis yang baru lantik, Michel Barnier (kanan, depan), tiba untuk menghadiri upacara serah terima jabatan di Hotel Matignon di Paris, Prancis, pada 5 September 2024. Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjuk mantan negosiator Brexit Michel Barnier sebagai PM baru, seperti diumumkan istana kepresidenan Prancis Elysee pada Kamis (5/9). (Xinhua/Henri Szwarc)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump Resmi tandatangani RUU One Big Beautiful Bill
Indonesia
•
09 Jul 2025

Bulgaria akan veto sanksi minyak UE, jika tak dapat pengurangan
Indonesia
•
09 May 2022

COVID-19 – 93 persen kasus di Thailand karena varian Delta
Indonesia
•
25 Aug 2021

Houthi Yaman umumkan "blokade udara menyeluruh" terhadap Israel
Indonesia
•
05 May 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
