
Populasi anak di Jepang turun selama 45 tahun berturut-turut

Anak-anak menunggu kompetisi Naki Sumo Crying Baby Contest di Tokyo, Jepang, pada 28 April 2024. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Jumlah populasi anak di Jepang terus menunjukkan tren menurun sejak 1982, setelah mencapai puncaknya sebanyak 29,89 juta pada 1954. Ledakan kelahiran (baby boom) kedua terjadi antara 1971 hingga 1974.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Populasi anak-anak berusia di bawah 15 tahun di Jepang menyusut menjadi sekitar 13,29 juta per 1 April tahun ini, turun 350.000 dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai rekor terendah, demikian menurut data pemerintah yang dirilis pada Senin (4/5), sehari sebelum Hari Anak Nasional Jepang.
Penurunan angka populasi anak terus terjadi selama 45 tahun berturut-turut meskipun pemerintah Jepang telah berupaya mengatasi penurunan angka kelahiran, termasuk dengan memperluas dukungan finansial bagi rumah tangga yang membesarkan anak.
Rasio anak berusia di bawah 15 tahun terhadap total populasi turun 0,3 poin persentase dari tahun sebelumnya ke angka 10,8 persen, juga merupakan rekor terendah sejak data perbandingan tersedia pada 1950, ungkap Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.
Angka-angka tersebut, termasuk penduduk asing, dihitung berdasarkan estimasi populasi yang berasal dari sensus nasional yang dilakukan setiap lima tahun.
Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 6,81 juta anak laki-laki dan 6,48 juta anak perempuan, tunjuk data tersebut.
Berdasarkan kelompok usia, terdapat 3,09 juta anak berusia 12-14 tahun, dan terdapat 2,13 juta anak berusia 0-2 tahun. Ini menunjukkan penurunan angka kelahiran yang masih berlanjut.
Jumlah anak yang lahir di Jepang pada 2025, termasuk warga negara asing, turun ke rekor terendah sebesar 705.809, menandai penurunan selama 10 tahun berturut-turut, sebut data awal yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang.
Jumlah populasi anak di Jepang terus menunjukkan tren menurun sejak 1982, setelah mencapai puncaknya sebanyak 29,89 juta pada 1954. Ledakan kelahiran (baby boom) kedua terjadi antara 1971 hingga 1974.
Menurut survei Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilakukan pada berbagai waktu, Jepang menempati peringkat kedua terendah dalam hal proporsi anak di antara 38 negara berpopulasi 40 juta atau lebih, sementara Korea Selatan menempati peringkat pertama dengan proporsi 10,2 persen.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Beijing rilis rencana perlindungan Poros Tengah Beijing sebagai warisan dunia
Indonesia
•
01 Feb 2023

Namibia luncurkan aplikasi kearsipan untuk lestarikan warisan budaya
Indonesia
•
26 Jan 2024

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

LSPR beri beasiswa bagi atlet Indonesia
Indonesia
•
28 Jan 2020


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
