
PBB proyeksikan populasi dunia akan capai puncaknya pada abad ini

Dua warga lansia tampak berjalan-jalan di Tokyo, Jepang, pada 18 September 2023. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Populasi dunia diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan 2080-an, meningkat dalam 60 tahun ke depan dari 8,2 miliar orang pada 2024 menjadi sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an, dan kemudian akan kembali menjadi sekitar 10,2 miliar pada akhir abad ini.
PBB (Xinhua) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (11/7) merilis laporan yang memproyeksikan bahwa populasi global akan mencapai puncaknya pada abad ini.Menurut Prospek Populasi Dunia 2024: Ringkasan Hasil (World Population Prospects 2024: Summary of Results), populasi dunia diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan 2080-an, meningkat dalam 60 tahun ke depan dari 8,2 miliar orang pada 2024 menjadi sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an, dan kemudian akan kembali menjadi sekitar 10,2 miliar pada akhir abad ini.Jumlah populasi dunia pada 2100 diperkirakan akan berkurang 6 persen, atau berkurang 700 juta jiwa, dibandingkan perkiraan satu dekade lalu."Lanskap demografis telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir," kata Li Junhua, Under-Secretary General PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial. "Di beberapa negara, angka kelahiran kini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya dan kita juga melihat penurunan yang sedikit lebih cepat di beberapa wilayah dengan kesuburan tinggi.""Puncak yang lebih awal dan lebih rendah merupakan sebuah tanda harapan. Hal ini dapat berarti berkurangnya tekanan lingkungan akibat dampak manusia karena konsumsi agregat yang lebih rendah. Namun, pertumbuhan populasi yang lebih lambat tidak akan menghilangkan kebutuhan untuk mengurangi dampak rata-rata yang disebabkan oleh aktivitas setiap individu," katanya.Puncak populasi yang terjadi lebih awal disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk rendahnya tingkat kesuburan di beberapa negara terbesar di dunia. Secara global, rata-rata wanita memiliki satu anak lebih sedikit dibandingkan pada 1990-an, menurut laporan tersebut.Di lebih dari separuh negara dan kawasan, jumlah rata-rata kelahiran hidup per wanita berada di bawah 2,1, tingkat yang dibutuhkan suatu populasi untuk mempertahankan jumlah penduduk yang konstan dalam jangka panjang tanpa migrasi, dan hampir seperlima dari seluruh negara dan kawasan sekarang memiliki tingkat kesuburan yang "sangat rendah", dengan kurang dari 1,4 kelahiran hidup per wanita seumur hidup.
Para lansia berpartisipasi dalam lomba lari tahunan Forever Young keempat sejauh 8 kilometer di Vancouver, Kanada, pada 9 September 2018. (Xinhua/Liang Sen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Meta akan pulihkan akun Facebook dan Instagram milik Trump
Indonesia
•
26 Jan 2023

COVID-19 – Universitas Johns Hopkins: Kasus infeksi di AS tembus 100 juta
Indonesia
•
21 Dec 2022

Jumlah ‘single-person household’ yang bekerja di Korsel catat rekor tertinggi pada 2023
Indonesia
•
19 Jun 2024

Hingga 60 orang diduga tewas akibat gempa dahsyat di Filipina
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
