Studi sebut warga Asia-Amerika paling kecil kemungkinannya merasa jadi bagian AS

Orang-orang berunjuk rasa untuk memprotes kejahatan kebencian anti-Asia di Foley Square di New York, Amerika Serikat, pada 4 April 2021. (Xinhua/Wang Ying)
Warga Asia-Amerika melaporkan mengalami diskriminasi dan/atau kejahatan rasial, di sejumlah tempat seperti tempat kerja, sekolah, atau di transportasi umum, dan mereka juga tidak memiliki posisi otoritas atau kekuasaan di negara itu, yang menjelaskan kurangnya perasaan menjadi bagian ini.
New York City, AS (Xinhua) – Warga Asia-Amerika, terutama perempuan muda Asia-Amerika, menjadi kelompok yang paling kecil kemungkinannya untuk merasa benar-benar menjadi bagian dan diterima di Amerika Serikat (AS), menurut Axios pada Ahad (7/5), mengutip survei tahunan tentang sikap terhadap warga Asia-Amerika."Survei yang melibatkan responden dalam jumlah besar ini menggambarkan kecemasan yang dirasakan oleh warga Asia-Amerika tiga tahun setelah pandemi memicu gelombang kekerasan anti-Asia di negara itu," kata laporan itu.
Sejumlah orang menghadiri aksi solidaritas 'Stop Asian Hate' dengan menyalakan lilin di taman kota Alhambra, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 20 Maret 2021. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Jubir China: Veto AS picu situasi yang lebih buruk di Gaza
Indonesia
•
22 Feb 2024

Enam sandera dibebaskan Hamas dalam pertukaran terbaru
Indonesia
•
23 Feb 2025

Pasangan panda raksasa pulang ke China dari Inggris
Indonesia
•
06 Dec 2023

Vietnam punya 23 rumah sakit untuk transplantasi organ
Indonesia
•
12 Jun 2022
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
