
Harimau Siberia yang terancam punah dilindungi di taman nasional China

Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2023 ini memperlihatkan seekor harimau Siberia di Taman Harimau Siberia di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Xie Jianfei)
Populasi harimau Siberia liar di Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut telah bertambah menjadi lebih dari 50 ekor, dibandingkan dengan 27 ekor pada 2017.
Mudanjiang, China (Xinhua) – Sabtu, 29 Juli, diperingati sebagai Hari Harimau Sedunia, sebuah hari untuk meningkatkan kesadaran tentang spesies harimau yang terancam punah dan menggalakkan upaya konservasi.Di sebuah taman nasional di China timur laut, populasi harimau Siberia liar terus meningkat berkat upaya gigih negara itu.Mencakup area seluas lebih dari 1,4 juta hektare di Jilin dan Heilongjiang, Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut menjadi proyek percontohan untuk harimau Siberia dan macan tutul Amur.Berbagai langkah perlindungan satwa liar telah diterapkan di taman nasional itu.Patroli harian merupakan suatu keharusan."Pekerjaan rutin kami di musim panas adalah berpatroli di hutan, di mana setiap orang memiliki area yang menjadi tanggung jawabnya, serta mengumpulkan informasi tentang penyakit hewan dan sebagainya. Di musim dingin, kami berpatroli di rute-rute tertentu. Tugas kami di musim dingin lalu mencakup 110 rute, dengan panjang masing-masing rute sekitar 5 kilometer. Kami harus berpatroli dengan berjalan kaki. Jika kami menemukan jejak binatang, kami akan mengambil foto dan melaporkannya ke administrasi taman nasional," jelas Ding Guowei, jagawana, Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul China Timur Laut.Taman nasional ini juga telah mengadopsi sistem pemantauan real-time.Seorang jagawana lainnya, Zang Peng, mengatakan, "Sistem ini dapat mentransfer data real-time sehingga kita tidak perlu lagi pergi ke lokasi kamera untuk membawa kembali data. Sistem ini sangat membantu pekerjaan penelitian kami."Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk merekam penampilan hewan, dan analisis mahadata memungkinkan para peneliti untuk mengetahui kondisi dari berbagai spesies dan habitat yang berbeda.Populasi harimau Siberia liar di taman nasional ini telah bertambah menjadi lebih dari 50 ekor, dibandingkan dengan 27 ekor pada 2017.Harimau Siberia, yang juga dikenal sebagai harimau Amur atau Manchuria, merupakan salah satu hewan yang paling terancam punah di dunia. Habitat utama mereka berada di Rusia timur, China timur laut, dan bagian utara Semenanjung Korea.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China kembangkan sel surya perovskit dengan tingkat efisiensi tinggi
Indonesia
•
22 Feb 2022

Badan Geologi luncurkan atlas sebaran tanah lunak Indonesia
Indonesia
•
21 Nov 2019

Dua ‘geopark’ China masuk dalam UNESCO Global Geoparks Network
Indonesia
•
19 Apr 2025

Peternakan laut berteknologi tinggi bantu perlindungan lingkungan di Hainan, China
Indonesia
•
13 Jun 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
