Insider: Raksasa-raksasa bisnis waspadai resesi AS

Sejumlah pengunjung mengamati sebuah mobil dalam pratinjau media di Los Angeles Auto Show 2022 di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 17 November 2022. (Xinhua/Zeng Hui)
Potensi resesi di AS telah memaksa beberapa raksasa bisnis di Amerika Serikat membunyikan alarm peringatan, bergabung dengan banyak CEO, investor, dan akademisi yang memprediksikan keterpurukan ekonomi berkepanjangan.
New York City, AS (Xinhua) – Beberapa raksasa bisnis di Amerika Serikat (AS) telah membunyikan alarm peringatan terkait potensi resesi di AS, bergabung dengan banyak CEO, investor, dan akademisi yang memprediksikan keterpurukan ekonomi berkepanjangan, lapor Insider pada Ahad (20/11)."Para pakar ini telah memperingatkan banyak hambatan pertumbuhan, termasuk kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) untuk meredam lonjakan inflasi, serta perang Rusia-Ukraina dan karantina wilayah (lockdown) yang sedang berlangsung di China yang mengganggu perdagangan global," kata laporan itu."Ekonomi tidak terlihat bagus saat ini. Banyak hal semakin melambat, Anda melihat pemutusan hubungan kerja (PHK) di banyak sektor. Probabilitas menunjukkan jika kita tidak sedang berada dalam resesi sekarang, maka kemungkinan besar hal itu akan terjadi sebentar lagi," ungkap Jeff Bezos, pendiri sekaligus pimpinan eksekutif Amazon."Resesi yang serius mungkin akan terjadi selama satu atau dua tahun ... Terus terang saja, gambaran ekonomi ke depan sangat buruk, terutama untuk perusahaan seperti kami yang sangat bergantung pada periklanan dalam iklim ekonomi yang menantang," kata Elon Musk, CEO Tesla, SpaceX, dan Twitter."Agar The Fed dapat benar-benar menaklukkan inflasi di sini, kita akan menaksir tingkat pengangguran di kisaran pertengahan 4 persen. Saya merasa sulit untuk percaya bahwa kita tidak akan mengalami resesi pada saat itu, di suatu waktu pada pertengahan hingga paruh kedua 2023," ujar Ken Griffin, CEO Citadel.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Indonesia ekspor kendaraan ‘completely built-up’ ke 80 negara
Indonesia
•
17 Oct 2020

Wabah cacar monyet untungkan perusahaan bidang kesehatan, begini caranya
Indonesia
•
01 Aug 2022

Industri tenaga surya Jerman diprediksi tumbuh dua digit pada 2024
Indonesia
•
19 Jun 2024

Bank sentral Italia mainkan peran kunci saat Kroasia bersiap gabung zona euro
Indonesia
•
28 Dec 2022
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
