
Prancis panggil dubes Israel, kecam serangan terhadap pasukan UNIFIL

Foto yang diabadikan pada 22 September 2024 ini menunjukkan kendaraan patroli UNIFIL di Marjeyoun, Lebanon selatan. (Xinhua/Ali Hashisho)
Prancis mengecam penembakan Israel yang disengaja terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL), yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus segera dihentikan.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Luar Negeri Prancis pada Jumat (11/10) mengumumkan bahwa pihaknya memanggil duta besar (dubes) Israel untuk Prancis. Pemanggilan tersebut guna mengecam penembakan Israel yang disengaja terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL), yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus segera dihentikan.Menurut siaran pers dari Quai d'Orsay, dua pasukan penjaga perdamaian PBB terluka pada Jumat pascaserangan baru Israel terhadap menara pengawas UNIFIL di Naqoura. Salah satu dari mereka berada dalam kondisi kritis.
Foto yang diabadikan pada 2 Maret 2024 ini menunjukkan sebuah mobil yang hancur akibat rudal <em>drone</em> Israel di Naqoura, Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dialog Nasional Suriah serukan pembubaran milisi dan penyusunan konstitusi baru
Indonesia
•
26 Feb 2025

Serangan 'drone' Israel tewaskan 2 anggota Hizbullah di Lebanon selatan
Indonesia
•
22 Jan 2024

Trump hidupkan lagi Departemen Perang, beberapa pihak menyebutnya "kekanakan"
Indonesia
•
07 Sep 2025

Fokus Berita – Majelis Umum PBB adopsi resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza
Indonesia
•
16 Jun 2025


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
