
Dialog Nasional Suriah serukan pembubaran milisi dan penyusunan konstitusi baru

Hassan Al-Daghim (kanan), juru bicara komite persiapan Konferensi Dialog Nasional Suriah, dan Huda Al-Atassi, salah satu anggota komite persiapan itu, menghadiri sebuah konferensi pers di Damaskus, Suriah, pada 23 Februari 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Konferensi Dialog Nasional Suriah telah ditutup di Damaskus, dengan sebuah pernyataan komprehensif yang menguraikan resolusi-resolusi utama yang dimaksudkan untuk membentuk arah negara tersebut pascakonflik.
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Konferensi Dialog Nasional Suriah ditutup di Damaskus pada Selasa (25/2) dengan sebuah pernyataan komprehensif yang menguraikan resolusi-resolusi utama yang dimaksudkan untuk membentuk arah negara tersebut pascakonflik.Digelar di Istana Kepresidenan Suriah, konferensi yang berlangsung sehari itu mempertemukan perwakilan-perwakilan dari seluruh masyarakat Suriah, yang sepakat untuk mengeluarkan sebuah komunike final.Komunike tersebut menegaskan kembali integritas dan kedaulatan teritorial Suriah, yang menolak segala bentuk pemisahan sekaligus mengecam kehadiran militer Israel di negara itu sebagai pelanggaran yang mengharuskan "penarikan segera dan tanpa syarat."Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa kontrol negara atas persenjataan merupakan "sebuah kebutuhan, bukan kemewahan," serta menekankan bahwa hanya negara yang seharusnya memiliki kewenangan atas kekuatan militer.Di antara resolusi-resolusi utama lainnya, para partisipan konferensi menyerukan deklarasi konstitusional sementara untuk menjembatani kesenjangan hukum selama masa transisi. Mereka juga menyerukan pembentukan dewan legislatif sementara yang didasarkan pada kompetensi dan representasi yang adil.Konferensi tersebut mendukung pembentukan sebuah komite konstitusional untuk menyusun konstitusi permanen yang menyeimbangkan kekuasaan-kekuasaan negara dengan tetap menjunjung tinggi keadilan, kebebasan, dan kesetaraan.Konferensi itu mendesak komunitas internasional untuk mencabut sanksi-sanksi yang "memberikan beban tidak semestinya kepada Suriah dan menghambat upaya rekonstruksi."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump disebut sepakat lanjutkan kembali perundingan dengan kepemimpinan baru Iran
Indonesia
•
02 Mar 2026

Israel terima respons Hamas soal usulan gencatan senjata di Gaza, namun belum rilis balasan resmi
Indonesia
•
20 Aug 2025

Hamas sebut sedang berunding dengan mediator untuk implementasikan gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
14 Feb 2025

Pengadilan Korsel jadwalkan sidang akhir kasus pemakzulan Yoon pada 25 Februari
Indonesia
•
22 Feb 2025


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
