
Presiden Iran akui sangat sulit berkomunikasi dengan pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah perang

Foto dokumentasi tanpa tanggal ini memperlihatkan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru. (Xinhua)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (5/8) mengatakan bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei "sangat sulit saat ini", namun kehadirannya merupakan "kekuatan besar" bagi negara tersebut untuk melanjutkan perjuangannya.
Amerika Serikat (AS) dan Israel membunuh Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, pada 28 Februari karena "putus asa", dengan harapan Iran akan runtuh setelah aksi "brutal" tersebut, kata Pezeshkian dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situs jejaring kantornya.
"Namun, negara ini tetap bertahan, dan pemimpin (baru) tercinta kami telah terpilih," katanya. "Kehadiran pemimpin baru tercinta kami merupakan kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk dapat melanjutkan perjuangan ini, meskipun komunikasi dengannya sangat sulit saat ini."
Dia mengatakan Iran sedang menghadapi situasi "paling sulit", dengan menyebutkan sanksi perbankan yang semakin ketat, pembatasan transaksi luar negeri, blokade maritim, dan perang yang sedang berlangsung.
Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran oleh Majelis Ahli negara tersebut pada awal Maret.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia beranggapan lebih baik lepas dari AS
Indonesia
•
29 Jul 2025

Serangan di Gaza hancurkan persediaan medis, PBB peringatkan krisis yang kian parah
Indonesia
•
04 Aug 2026

Kunjungan Blinken ke China disambut positif
Indonesia
•
18 Jan 2023

Warga Afghanistan berjuang hangatkan rumah di tengah kemiskinan dan dampak sanksi AS
Indonesia
•
21 Nov 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
