
Produsen rokok elektrik Juul capai penyelesaian dengan 10.000 penggugat California

Ilustrasi. Rokok elektrik. (Lindsay Fox from Pixabay)
Produsen rokok elektrik Juul Labs dari Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai penyelesaian dengan sekitar 10.000 penggugat di California setelah perusahaan tersebut dituduh memasarkan produknya kepada remaja.
Jakarta (Indonesia Window) – Produsen rokok elektrik Juul Labs dari Amerika Serikat (AS) mengatakan pada hari Selasa (6/12) bahwa pihaknya telah mencapai penyelesaian dengan sekitar 10.000 penggugat di California setelah perusahaan tersebut dituduh memasarkan produknya kepada remaja.Raksasa vaping itu tidak mengungkapkan jumlah penyelesaian, yang katanya terkait dengan lebih dari 5.000 kasus, tetapi mengatakan perjanjian itu "mewakili langkah besar untuk memperkuat operasi Juul Labs dan mengamankan jalur perusahaan ke depan."Keluhan-keluhan telah diajukan untuk kasus pribadi, dengan beberapa gugatan class action konsumen, dan lainnya diajukan oleh entitas pemerintah atau suku asli Amerika.Juul berjuang untuk tetap bertahan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS menemukan bahwa perusahaan tersebut gagal mengatasi masalah keamanan dan memerintahkan semua produknya keluar dari pasar di Amerika Serikat.Perusahaan itu telah mengajukan banding atas keputusan tersebut, tetapi bulan lalu mengumumkan telah terpaksa memberhentikan sekitar 400 karyawan dan memotong anggaran operasional hingga 40 persen.Pada November lalu, Juul menyatakan telah mendapatkan pembiayaan dari investor awal untuk mempertahankan operasinya.Sumber: AFP; Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pusat layanan di China barat laut jadi tempat harapan bagi anak-anak autisme
Indonesia
•
05 Apr 2023

Festival seni Chengdu Biennale dibuka jelang Universiade FISU
Indonesia
•
19 Jul 2023

Saudi soroti pentingnya Bahasa Arab pada pertemuan UNESCO
Indonesia
•
22 Dec 2020

Tangki penyimpan air minum Qatar pecahkan rekor “Guinness Book”
Indonesia
•
31 Aug 2020


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
