Feature – Mantan pecandu narkoba Afghanistan bantu berikan penyembuhan di pusat rehabilitasi

Foto yang diabadikan pada 4 Januari 2024 ini menunjukkan suasana di dalam kamp Aghosh di daerah Pul-e-Charkhi di tepi timur Kabul, Afghanistan. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Pusat rehabilitasi narkoba, kamp Aghosh, menjadi tempat melatih keterampilan, seperti menjahit, membuat sepatu, atau memperbaiki peralatan listrik, bagi para pecandu di Afghanistan.
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – Mehdi Ghiasi mendedikasikan diri untuk menjadi sukarelawan guna mengajarkan keterampilan membuat sepatu kepada para pecandu narkoba yang baru saja direhabilitasi di sebuah pusat rehabilitasi di luar Kabul, ibu kota Afghanistan, yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan kamp Aghosh. Dia mengaku bangga bisa mengajarkan cara membuat sepatu kepada para pecandu yang baru pulih itu."Siapa pun yang bergabung dengan kamp Aghosh ingin mempelajari suatu keterampilan seperti menjahit, membuat sepatu, atau memperbaiki peralatan listrik. Saya mulai dengan mengajarkan mereka seni membuat sepatu," kata Ghiasi dengan bangga kepada Xinhua di dalam kamp tersebut.
Sejumlah mantan pecandu narkoba membuat sepatu di kamp Aghosh di daerah Pul-e-Charkhi di tepi timur Kabul, Afghanistan, pada 4 Januari 2024. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Sejumlah mantan pecandu narkoba membuat sepatu di kamp Aghosh di daerah Pul-e-Charkhi di tepi timur Kabul, Afghanistan, pada 4 Januari 2024. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Seorang mantan pecandu narkoba membuat sepatu di kamp Aghosh di daerah Pul-e-Charkhi di tepi timur Kabul, Afghanistan, pada 4 Januari 2024. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

PBB: Harga komoditas di Sudan melonjak, pasokan medis menipis, ratusan ribu orang mengungsi
Indonesia
•
03 May 2023

IOC setujui 5 cabor tambahan di Olimpiade Los Angeles 2028
Indonesia
•
19 Oct 2023

Laporan sebut jumlah lansia tunawisma di New York City melonjak di tengah krisis hunian terjangkau
Indonesia
•
01 Jul 2024

Turkiye perkirakan kerugian ekonomi akibat gempa lampaui 105 miliar dolar AS
Indonesia
•
21 Mar 2023
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
