
PBB: WHO kirimkan pasokan untuk putaran kedua kampanye vaksinasi polio di Gaza selatan

Seorang anak menerima satu dosis vaksin polio di sebuah klinik yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 14 Oktober 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Putaran kedua kampanye vaksinasi polio di Gaza tengah berakhir pada Rabu (16/10), dengan lebih dari 181.000 anak menerima vaksin tersebut dan lebih dari 148.000 anak mendapatkan suplemen vitamin A.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah melakukan pengiriman pasokan ke fasilitas kesehatan sebelum putaran kedua kampanye vaksinasi polio dimulai di Gaza selatan, demikian disampaikan oleh badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (18/10).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa putaran kedua kampanye vaksinasi polio di Gaza selatan dimulai pada Sabtu (19/10), dan akan memberikan dosis kedua vaksin polio kepada lebih dari 293.000 anak dan suplemen vitamin A kepada lebih dari 284.000 anak.Putaran kedua kampanye vaksinasi polio di Gaza tengah berakhir pada Rabu (16/10), dengan lebih dari 181.000 anak menerima vaksin tersebut dan lebih dari 148.000 anak mendapatkan suplemen vitamin A, setelah putaran pertama vaksinasi yang dilakukan pada 1 hingga 12 September lalu yang menjangkau lebih dari 559.000 anak di seluruh Jalur Gaza.Sementara itu, OCHA masih terus memperingatkan tentang situasi yang semakin memburuk dan berbahaya yang dihadapi warga sipil di wilayah Gaza utara. Keluarga-keluarga di sana berusaha bertahan hidup dalam kondisi yang mengerikan di tengah pengeboman intens.OCHA mengatakan bahwa Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) mengonfirmasi serangan lainnya terhadap salah satu sekolahnya di Gaza utara, yang merupakan serangan ketiga terhadap fasilitas mereka pada pekan ini. Puluhan orang yang berlindung di sana, termasuk anak-anak, dilaporkan tewas ketika sekolah di Jabalia tersebut diserang pada Kamis (17/10).
Orang-orang berjalan melewati sebuah pasar di Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 15 Oktober 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebih dari 210.000 orang di Iran berobat akibat polusi udara dalam 10 hari
Indonesia
•
04 Dec 2025

Maladewa bangun kota terapung atasi kenaikan air laut
Indonesia
•
25 Jun 2022

Pengungsi Suriah di Lebanon berjuang ketika Washington perparah krisis
Indonesia
•
12 Sep 2025

Reinkarnasi Dalai Lama tidak sah tanpa pengakuan pemerintah China
Indonesia
•
05 Jul 2026


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
