
Putin perintahkan gencatan senjata dengan Ukraina selama Natal Ortodoks 6-7 Januari

Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan wartawan di Moskow pada 22 Desember 2022. (Xinhua/Rilis Pers Kremlin)
Gencatan senjata selama 36 jam diberlakukan di sepanjang garis kontak antara para pihak di Ukraina dari 6 Januari pukul 12.00 waktu setempat (16.00 WIB) hingga 7 Januari pukul 24.00 waktu setempat (8 Januari pukul 04.00 WIB), mengingat fakta bahwa sejumlah besar umat Kristen Ortodoks tinggal di area pertempuran.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan instruksi kepada Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk memulai gencatan senjata selama 36 jam di sepanjang garis kontak antara para pihak di Ukraina dari 6 hingga 7 Januari, kata Kremlin pada Kamis (5/1)."Dengan mempertimbangkan seruan Yang Mulia Patriark Kirill, saya menginstruksikan Menteri Pertahanan Rusia untuk meluncurkan gencatan senjata di sepanjang garis kontak antara para pihak di Ukraina mulai 6 Januari pukul 12.00 waktu setempat (16.00 WIB) hingga 7 Januari pukul 24.00 waktu setempat (8 Januari pukul 04.00 WIB)," papar Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Orang-orang berdiri di dekat sebuah bangunan yang rusak di Kiev, Ukraina, pada 31 Desember 2022. (Xinhua/Roman Petushkov)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Korsel ungkapkan kekecewaan terkait persembahan PM Jepang ke Kuil Yasukuni
Indonesia
•
16 Aug 2022

Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR luncurkan pusat kepemimpinan
Indonesia
•
28 May 2022

California akan kerahkan 120 petugas patroli jalan raya tambahan untuk redam kejahatan
Indonesia
•
08 Feb 2024

Hong Kong akan tarik lebih banyak mahasiswa dari luar negeri
Indonesia
•
16 Oct 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
