
Tim ilmuwan temukan polimer seukuran kuku jari yang mampu tarik mobil

Ilustrasi. (Giovanni Crisalfi on Unsplash)
Rantai polimer yang fleksibel dan kaku pada tingkat molekuler menciptakan material dengan kekuatan dan ketahanan yang luar biasa.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China mengembangkan sebuah material polimer baru yang begitu efisien sehingga materi seringan bulu pun mampu mengangkat benda berbobot berat, termasuk plester perekat seukuran kuku jari yang mampu menarik mobil.Terinspirasi oleh teknik tenun kuno, para ilmuwan dari Universitas Zhejiang mengaitkan rantai polimer yang fleksibel dan kaku pada tingkat molekuler, menciptakan material dengan kekuatan dan ketahanan yang luar biasa, demikian menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Materials pada pekan ini.Alih-alih hanya mencampurkannya, mereka merancang metode untuk ‘menenun’ keduanya, menggunakan rantai poliuretan fleksibel sebagai benang lungsin dan rantai resin epoksi kaku sebagai benang melintang untuk menciptakan tekstil yang tahan lama.Struktur molekul ini menghasilkan kinerja yang sangat baik. Saat diaplikasikan sebagai perekat, material tersebut menunjukkan kekuatan geser tumpang tindih (lap shear strength) lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontrol konvensional.Dalam sebuah demonstrasi, sepotong kecil perekat berukuran hanya 2,5 x 1,3 sentimeter mampu menarik mobil seberat 2,1 ton.Pendekatan ini membuka jalan bagi desain material canggih dengan karakteristik yang dapat disesuaikan untuk berbagai aplikasi industri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China kembangkan robot bedah mata otonomos
Indonesia
•
21 Jan 2026

Pengembang sebut pesawat amfibi AG600 China mampu lakukan tugas damkar
Indonesia
•
19 Jul 2023

Peneliti Jerman temukan mekanisme bakteri atasi respons imun sel tumbuhan
Indonesia
•
03 Jun 2022

Pesut mahakam kian tersingkir dari habitat alam
Indonesia
•
26 Jul 2020


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
