
Ratusan warga memprotes pemberlakuan kembali larangan aborsi tahun 1864 di Arizona, AS

Seorang demonstran membawa poster bertuliskan slogan dalam aksi protes menentang keputusan pemerintah Arizona terkait larangan aborsi di Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat, pada 14 April 2024 (Xinhua/Xuguang Sui)
Larangan aborsi di Arizona, AS, pertama kali diberlakukan pada 160 tahun lalu, dengan pengecualian untuk menyelamatkan nyawa sang ibu.
Phoenix, AS (Xinhua) – Ratusan orang turun ke jalan pada Ahad (14/4) di pusat kota Scottsdale, Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS) bagian barat, setelah Mahkamah Agung Arizona memberlakukan kembali larangan aborsi secara hampir penuh dari tahun 1864 pada Selasa (9/4).Larangan yang pertama kali diberlakukan 160 tahun lalu itu melarang aborsi sejak masa pembuahan, dengan pengecualian untuk menyelamatkan nyawa sang ibu, menjadikan perdebatan tentang hak aborsi di negara bagian yang terpecah menjadi dua kubu berseberangan ini sebagai isu pemilihan umum (pemilu) nasional.Para demonstran pada Ahad mengacungkan spanduk bertuliskan ‘Hentikan Larangan Aborsi’, ‘Tubuhku, Pilihanku’, ‘Kau Tidak Berhak Atas Diriku’, dan slogan-slogan lainnya untuk memprotes pemberlakuan larangan tersebut.Shay, seorang siswa sekolah menengah atas yang mengikuti aksi tersebut, mengatakan kepada Xinhua bahwa "larangan ini merusak hak-hak perempuan."Larangan yang akan mulai berlaku dalam beberapa pekan mendatang ini akan menganulir larangan aborsi sebelumnya di Arizona. Negara bagian tersebut saat ini mengizinkan aborsi hingga usia kehamilan 15 pekan di bawah undang-undang yang diloloskan oleh Badan Legislatif Arizona pada 2022 lalu."Larangan yang kejam ini pertama kali diberlakukan pada 1864, lebih dari 150 tahun yang lalu, sebelum Arizona menjadi sebuah negara bagian dan jauh sebelum perempuan mendapatkan hak untuk memilih dalam pemilu," kata Presiden AS Joe Biden dalam pernyataannya di Gedung Putih."Mahkamah Agung Arizona bertindak terlalu jauh dalam Keputusan Aborsi mereka, memberlakukan dan menyetujui undang-undang yang tidak layak dari tahun 1864," tulis mantan presiden AS Donald Trump di Truth Social. Sebelumnya pada bulan ini, Trump menyatakan bahwa dirinya yakin batasan mengenai aborsi harus diserahkan kepada negara bagian.Aborsi telah menjadi isu kontroversial di AS, yang secara umum membentuk dua kubu sesuai partai politik masing-masing. Partai Demokrat pada umumnya mendukung perlindungan hak-hak aborsi, sementara para politisi Partai Republik menyerukan berbagai opsi untuk membatasi aborsi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi inokulasi 16,8 juta dosis vaksin, capai 70 persen populasi
Indonesia
•
24 Jun 2021

Taipei batalkan perayaan Idul Fitri karena COVID-19
Indonesia
•
09 Apr 2020

Penjualan senjata AS ke luar negeri naik signifikan pada tahun fiskal 2022
Indonesia
•
28 Jan 2023

Forum ‘Clean Energy Ministerial’ luncurkan ‘Biofuture Platform Initiative’
Indonesia
•
18 Sep 2020


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
