
Studi: Pertumbuhan kembali tanduk rusa bisa jadi kunci regenerasi tulang manusia

Foto yang diabadikan pada 18 Februari 2023 ini memperlihatkan kawanan rusa di Cagar Alam Nasional Gunung Helan di wilayah Araxan Kiri (Araxan Left Banner), Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Bei He)
Regenerasi organ pada manusia berpotensi dikembangkan lebih jauh dengan mempelajari mekanisme pertumbuhan kembali tanduk rusa yang didukung oleh sekelompok sel punca pada hewan.
Xi'an, China (Xinhua) – Para ilmuwan China berhasil mengidentifikasi sekelompok sel punca pada rusa yang mendukung pertumbuhan kembali tanduk, membuka kemungkinan klinis baru bagi regenerasi organ pada manusia.Mamalia sebagian besar kehilangan kemampuan untuk meregenerasi organ mereka, tetapi tanduk rusa menjadi pengecualian penting yang menawarkan model berharga untuk mempelajari regenerasi organ pada mamalia.Para peneliti, yang dipimpin oleh pakar dari Universitas Politeknik Northwestern, menerbitkan sebuah studi dalam jurnal Science edisi terbaru mengenai atlas sel tunggal pertumbuhan kembali tanduk.Mereka menemukan bahwa populasi sel progenitor blastema tanduk menunjukkan potensi regenerasi diri dan perbaikan jaringan tulang, sehingga memainkan peran penting dalam pemanjangan tanduk yang cepat.Sel-sel progenitor tersebut berkembang dari tiga jenis sel mesenchymal, atau inisiator tanduk tahap paling awal, lima hari setelah tanduk tua terlepas dan kemudian terlihat menghasilkan sel tulang rawan in vivo dan in vitro, menurut studi itu.Tim telah menemukan bahwa tikus memiliki jenis sel yang serupa, namun spesies nonmamalia tidak memilikinya, yang menunjukkan bahwa mamalia mungkin memiliki mekanisme regenerasi yang khas.Mereka juga menggunakan transkriptomik sel tunggal untuk mengidentifikasi 151 gen yang terkait dengan pertumbuhan tulang, menurut studi tersebut.Studi ini memberikan wawasan baru ke dalam pemahaman regenerasi mamalia dan pengembangan pengobatan regeneratif, papar para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Total area budi daya padi hibrida di China bertambah jadi 600 juta hektare
Indonesia
•
13 Oct 2023

COVID-19 – Obat buatan Rusia disetujui pada akhir 2022
Indonesia
•
25 Nov 2021

Gletser Swiss menyusut 25 persen dalam satu dekade, 2025 jadi salah satu tahun penyusutan terparah
Indonesia
•
02 Oct 2025

Situs fosil panda ditemukan di gua terpanjang di Asia yang berlokasi di Guizhou, China
Indonesia
•
19 Apr 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
