
Ilmuwan China ciptakan blastoid monyet, tingkatkan pengobatan regeneratif

Seorang jagawana bernama Tang Yulin tampak berinteraksi dengan monyet emas berhidung pesek Sichuan di Cagar Alam Nasional Baihe di wilayah Jiuzhaigou, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 11 Oktober 2024. (Xinhua/Wang Xi)
Rekayasa kapsul blastoid yang efisien diharapkan memainkan peran penting dalam penelitian biomedis dan aplikasi praklinis di masa depan.
Kunming, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti China berhasil meraih terobosan signifikan melalui penciptaan blastoid monyet secara efisien menggunakan sel punca, membuka jalan bagi kemajuan baru dalam pengobatan regeneratif, demikian dilaporkan oleh Science and Technology Daily pada Senin (10/3).Blastoid, struktur khusus yang berasal dari induksi sel induk embrionik pluripoten secara in vitro, meniru tahap awal perkembangan embrionik. Blastoid berfungsi sebagai model penting untuk mempelajari perkembangan embrionik dan sangat menjanjikan untuk aplikasi dalam pengobatan regeneratif.Sebuah tim peneliti dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kunming, yang terletak di Provinsi Yunnan, China barat daya, telah membuat kemajuan luar biasa dengan menghasilkan blastoid menggunakan sel punca pluripoten yang diinduksi monyet dan sel punca embrionik transfer inti sel somatik.Tingkat keberhasilan pembentukan blastoid ini mencapai 80 persen, dengan sel dari monyet yang lebih tua mencapai tingkat keberhasilan 60 persen. Terobosan ini menawarkan perspektif unik tentang regenerasi jaringan pada individu yang menua, dan mengungkapkan pemrograman ulang sel serta mekanisme regenerasi jaringan selama proses penuaan.Selain itu, tim peneliti mengembangkan platform mikrofluida berbasis biomaterial inovatif yang mampu memproduksi kapsul blastoid yang dapat disesuaikan ukurannya dan dapat terdegradasi dengan kecepatan tinggi, yakni 4.000 kapsul per jam.Kapsul ini menyediakan struktur tiga dimensi yang stabil dan secara signifikan meningkatkan efisiensi pengiriman tuba falopi, meletakkan dasar yang kokoh untuk aplikasi klinis masa depan.Metode produksi yang direkayasa ini memastikan pembuatan kapsul blastoid terstandar dan terukur, membuat penggunaan praktisnya lebih layak.Meskipun ada kemajuan ini, tim mengakui bahwa masih dibutuhkan pengoptimalan lebih lanjut, khususnya dalam meningkatkan fungsionalitas sel trofoblas dalam kapsul blastoid.Penelitian di masa mendatang akan fokus pada penyempurnaan kondisi kultur, pengembangan material canggih, dan eksplorasi potensi pengembangan jangka panjang kapsul blastoid secara in vivo.Upaya ini bertujuan meningkatkan kinerja kapsul blastoid, memungkinkannya meniru perkembangan embrio alami dengan lebih akurat dan menyediakan model yang lebih baik untuk penelitian embrio.Pencapaian ini tidak hanya menawarkan alat baru untuk mempelajari perkembangan embrio tetapi juga membuka jalan yang menarik untuk pengobatan regeneratif dan penelitian penyakit.Seiring terus berkembangnya teknologi, rekayasa kapsul blastoid yang efisien diharapkan memainkan peran penting dalam penelitian biomedis dan aplikasi praklinis di masa depan.Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 8 kasus subvarian baru Omicron terdeteksi di Indonesia
Indonesia
•
13 Jun 2022

Per 1 Februari, pemerintah buka kembali ekspor batu bara
Indonesia
•
01 Feb 2022

Pemerintah dan FIFA akan bentuk tim transformasi sepak bola Indonesia
Indonesia
•
07 Oct 2022

CN-235-220 terbang di langit Himalaya
Indonesia
•
20 Nov 2019


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
