
Pemerintah Zimbabwe luncurkan rencana ‘broadband’, pangkas biaya internet

Sejumlah orang menjelajahi internet di sebuah cyber cafe di Harare, Zimbabwe, pada 8 November 2016. (Xinhua)
Rencana Broadband Nasional Zimbabwe yang akan berlaku mulai 2023 hingga 2030, diharapkan mengubah lintasan pertumbuhan Zimbabwe dari yang sebagian besar didorong oleh eksploitasi sumber daya alam menjadi pertumbuhan yang digerakkan oleh inovasi.
Harare, Zimbabwe (Xinhua) – Pemerintah Zimbabwe akan meluncurkan strategi pita lebar (broadband) nasional dalam tujuh tahun ke depan untuk memangkas biaya broadband guna mempercepat pembangunan ekonomi, demikian disampaikan seorang pejabat senior negara itu pada Selasa (20/12).Terkait hal itu, Kabinet Zimbabwe pada Selasa menyetujui Rencana Broadband Nasional Zimbabwe yang akan berlaku mulai 2023 hingga 2030, dengan tujuan untuk memangkas biaya akses broadband dari 10,1 persen dari pendapatan bulanan rata-rata yang diterapkan saat ini menjadi 2 persen.Menteri Layanan Informasi, Publisitas dan Penyiaran Zimbabwe Monica Mutsvangwa mengatakan, rencana tersebut akan meningkatkan akses dan pemakaian layanan broadband di tingkat pemerintah, bisnis, rumah tangga dan individu, untuk mengubah lintasan pertumbuhan Zimbabwe dari yang sebagian besar didorong oleh eksploitasi sumber daya alam menjadi pertumbuhan yang digerakkan oleh inovasi."Visi dari rencana ini adalah untuk membentuk masyarakat digital serba inklusif yang didukung oleh inovasi-inovasi penting pada 2030," kata Mutsvangwa dalam sebuah konferensi pers pascarapat kabinet.Dia memaparkan bahwa peningkatan akses internet akan mendongkrak daya saing global Zimbabwe, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan keamanan nasional serta kinerja di bidang pendidikan, pertanian, kesehatan, serta pemerintahan."Semua ini merupakan prasyarat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Sejumlah peserta program Huawei Seeds for the Future menghadiri peluncuran program tersebut di Harare, Zimbabwe, pada 12 September 2022. Perusahaan telekomunikasi Huawei Zimbabwe pada Senin (12/9/2022) meluncurkan program Seeds for the Future edisi 2022 di mana 30 mahasiswa program sarjana akan menjalani kursus pelatihan virtual selama sepekan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). (Xinhua/Tafara Mugwara)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan di Bursa Efek Beijing galang dana 16 miliar yuan lebih pada 2022
Indonesia
•
27 Jan 2023

Minyak melemah di tengah kekhawatiran Omicron dapat kurangi permintaan
Indonesia
•
14 Dec 2021

Survei sebut kebangkrutan kedai ramen di Jepang akan lampaui angka 100 pada akhir 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

Naiknya tingkat pengangguran diperkirakan menambah ketidakpastian dalam pemilu paruh waktu AS
Indonesia
•
19 Dec 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
