
Brasil setujui rencana iklim untuk capai target Perjanjian Paris

Pantulan bangunan-bangunan terlihat di danau di sebuah taman di Belem, Brasil, pada 13 November 2025. (Xinhua/Wang Tiancong)
Rencana iklim Brasil menargetkan untuk memangkas emisi dari 2,04 miliar metrik ton setara karbon dioksida pada 2022 menjadi 1,2 miliar ton per 2030, dan menjadi sekitar 850 juta hingga 1,05 miliar ton per 2035.
Rio de Janeiro, Brasil (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Brasil pada Selasa (16/12) menyetujui rencana iklim baru yang menguraikan peta jalan negara tersebut untuk memenuhi komitmennya dalam Perjanjian Paris dan bergerak menuju netralitas karbon.Disetujui oleh Komite Antarkementerian untuk Perubahan Iklim (Interministerial Committee on Climate Change/IMCCC), rencana itu menjadi panduan implementasi kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contribution/NDC) oleh Brasil, yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca bersih sebesar 59-67 persen per 2035 dibanding tingkat emisi pada 2005.Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil Marina Silva mengatakan bahwa rencana tersebut mencerminkan kondisi nasional dan bertujuan untuk menyelaraskan upaya pemerintah federal, negara bagian, daerah, serta sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.Rencana tersebut menetapkan target emisi untuk delapan sektor utama, termasuk pertanian, penggunaan lahan, energi, industri, transportasi, kota, dan limbah.Brasil menargetkan untuk memangkas emisi dari 2,04 miliar metrik ton setara karbon dioksida pada 2022 menjadi 1,2 miliar ton per 2030, dan menjadi sekitar 850 juta hingga 1,05 miliar ton per 2035.Rencana tersebut juga mencakup komponen adaptasi yang kuat, dengan 16 rencana sektoral yang mencakup bidang-bidang seperti kesehatan masyarakat, sumber daya air, manajemen risiko bencana, ketahanan pangan, dan masyarakat pribumi, yang mencakup lebih dari 300 target dan 800 lebih aksi.Rencana iklim tersebut dikembangkan melalui proses partisipatif yang luas, melibatkan lebih dari 24.000 orang di seluruh negeri, dan akan ditinjau setiap empat tahun, dengan evaluasi dua tahunan untuk menyelaraskan dengan perkembangan ilmu iklim dan komitmen internasional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Personel penjaga perdamaian PBB tewas di luar area operasi di Lebanon selatan
Indonesia
•
16 Dec 2022

Literatur daring hadirkan lensa baru bagi pertukaran budaya di seluruh dunia
Indonesia
•
15 Mar 2023

Draf laporan berikan pandangan paling tajam tentang ancaman iklim AS
Indonesia
•
10 Nov 2022

Otoritas Makanan Saudi batasi minum kopi sehari, cukup 15 cangkir
Indonesia
•
02 Oct 2022


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
